Daily News 08/07
July 08, 2013 No. 542
Makroekonomi - Cadangan devisa dan revisi pertumbuhan ekonomi
Gubernur BI mengumumkan posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2013 sebesar US$ 98.1 Miliar Vs US$ 105.1 Miliar pada akhir Mei lalu. Turunnya cadangan devisa sebesar US$ 7 Miliar digunakan untuk stabilisasi kurs Rupiah selama bulan Juni dimana terdapat capital outflow. Posisi cadangan devisa setara dengan 5.4 bulan impor dan pembayaran utang luar negri pemerintah. Untuk saat ini posisi cadangan devisa masih dirasa cukup mengingat krisis keuangan 2008 membuat posisi cadangan devisa hanya setara dengan 4.3 bulan impor. Sementara itu BI merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 6.2%-6.6% menjadi 5.8%-6.2%, lebih rendah dari target APBN-P 2013 sebesar 6.3%.
Bakrie Group - Rencana pemisahan saham dengan Bumi Plc
Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, dikabarkan telah menunjuk UBS sebagai financial advisor terkait rencana pembelian 23.8% saham Bumi Plc. (London) yang dimiliki Grup Bakrie. Nilai transaksi belum ditentukan. Awalnya, Bakrie Group mengajukan proposal kepada Bumi Plc. untuk menukar kepemilikan saham atas Bumi Plc. dan dana senilai US$ 278 Juta dengan saham PT Bumi Resources (BUMI).
AUTO - Pembangunan pabrik ban
Perushaan patungan PT Astra Otoparts (AUTO) dengan Pirelli Tyre S.p.A, PT Evoluzione Tyres (Evoty) sudah mulai dibangun. Pabrik dengan kapasitas rata-rata dua juta unit per tahun ini ditargetkan selesai pada akhir 2014. AUTO mengeluarkan total investasi sekitar Rp 1.3 Triliun untuk pabrik di Subang ini. Rencananya 40% produk akan dipasarkan untuk konsumsi domestik melalui jaringan distribusi AUTO dan sisanya 60% akan dijual ke pasar ekspor. Kapasitas pabrik ban akan ditingkatkan secara bertahap dan Manajemen AUTO berharap pada 2016, kapasitas produksi Evoluzione Tyres mencapai tujuh juta unit per tahun.
KIJA - Fitch naikkan peringkat
Lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings menaikkan peringkat jangka panjang PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dari B menjadi B+ dengan prospek stabil. Fitch juga menaiikan rating utang senior KIJA senilai US$ 175 Juta dari B menjadi B+ dengan recovery rating RR4. Fitch juga memberikan peringkat utang senior tidak dijamin KIJA di B+. Keputusan Fitch menaikkan rating terkait dengan bisnis pembangkit listrik berbahan bakar gas yang dijalankan KIJA pada awal Januari 2013 dan penjualan listrik dilakukan berdasarkan perjanjian jangka panjang offtake selama 20 tahun dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).