Daily News 11/07
July 11, 2013 No. 545
Rencana pembatasan pertumbuhan KPR dan Kenaikan harga rumah
Bank Indonesia berencana menerbitkan peraturan baru untuk membatasi pertumbuhan KPR dan kenaikan harga rumah. Strategi menaikkan rasio pinjaman terhadap nilai (loan to value/LTV) sebesar 70% untuk rumah di atas 70 m² pada 2012 dan minimal uang muka 30% pada tahun ini ternyata belum mampu menahan laju pertumbuhan harga rumah. Dua opsi yang disiapkan untuk dibahas pada Rapat Dewan Gubernur adalah pajak yang lebih besar untuk rumah mewah atau pembatasan waktu penjualan rumah dan lebih mengetatkan ketentuan LTV untuk rumah kedua atau apartemen dan regional tertentu.
BORN - Kinerja 2012
PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN) membukukan rugi bersih sebesar US$ 570.93 Juta pada 2012 lalu Vs laba US$ 210.26 Juta pada 2011. Turunnya kinerja dipicu oleh pembukuan kerugian atas bagian pengendalian bersama entitas senilai US$ 552.87 Juta tahun lalu. Penjualan tercatat turun 6.8%Yoy menjadi US$ 645.95 Juta namun beban pokok penjualan tercatat naik 38.3%Yoy, membuat BORN membukukan penurunan laba kotor sebesar 41.4%Yoy menjadi US$ 229.82 Juta tahun lalu.
KARK - Ajukan perpanjangan PKPU
Dalam siding majelis hakim 9 Juli lalu, Daya Mandiri Resources Indonesia dan PT Dayaindo Resources International (KARK) memohon untuk diberikan perpanjangan masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) karena memiliki calon investor baru. Pengajuan permohonan dilakukan pasca mundurnya calon investor sebelumnya, Gema Group (Fadel Muhammad).KARK diketahui memiliki utang yang telah jatuh tempo senilai Rp 90.62 Miliar kepada PT Bank International Indonesia (BNII). Menurut perjanjian debt refinancing, pembayaran senilai Rp 25.88 Miliar harus diterima oleh BNII pada akhir Mei lalu. Karena belum melakukan pembayaran utang maka pihak KARK dimohonkan PKPU oleh BNII. KARK juga tercatat memiliki utang kepada beberapa kreditur lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank CIMB Niaga (BNGA), PT Bukit Asam Prima, dan PT Mitsui Leasing Capital Indonesia.
TOTL - Kontrak baru
PT Total Bangun Persada (TOTL) mendapatkan kontrak baru senilai Rp 643 Miliar dalam 1H 2013. Pencapaian setara dengan 30.6% dari target kontrak baru tahun ini sebesar Rp 2.1 Triliun. Pencapaian kontrak baru tidak jauh berbeda dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun target kontrak baru sepanjang tahun ini naik 16.67% dari tahun lalu Rp 1.8 Triliun. Secara keseluruhan, TOTL menargetkan perolehan kontrak proyek Rp 4.6 Triliun pada 2013 dengan rincian kontrak baru Rp 2.1 Triliun dan sisanya Rp 2.5 Triliun kontrak lanjutan atau carry over dari tahun lalu.