Daily News 19/07

July 19, 2013 No. 551
AMRT - Bisnis ritel kesehatan dan kecantikan

PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) melalui anak usahanya, PT Sumber Indah Lestari memasuki bisnis ritel kesehatan dan kecantikan dengan merek DAN+DAN. AMRT menargetkan dapat membuka 30 gerai hingga akhir tahun dengan fokus di wilayah Jabodetabek. Gerai pertama berlokasi di Kota Wisata Cibubur, Jakarta Timur. Konsep gerai Dan+DAN tidak jauh berbeda dengan Alfamart. Namun, produk DAN+DAN didominasi produk kesehatan dan kecantikan. AMRT mengeluarkan dana sekitar Rp 1.5 Miliar untuk membangun satu gerai DAN+DAN seluas 100m2.
BDMN - Kinerja 1H 2013
PT Bank Danamon Indonesia (BDMN) membukukan penurunan laba bersih 1H 2013 sebesar 1.1%Yoy menjadi Rp 1.94 Triliun Vs Rp 1.96 Triliun pada 1H 2012 lalu. Penurunan kinerja dikarenakan penurunan laba operasional sebesar 10.5% Yoy menjadi 2.7 Triliun pada 1H 2013. Namun, BDMN mencatat kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 5.8%Yoy menjadi 6.71 Triliun. Posisi CAR tercatat sebesar 18.71% pada 1H 2013 (18.84% pada 1H 2012) dengan posisi NPL Gross sebesar 2.38% (2.50% pada 1H 2012), ROE sebesar 14.33% (16.36% pada 1H 2012) dan LDR sebesar 105.39% (97.11% pada 1H 2012).
BJBR - Kinerja 1H 2013
PT BPD Jawa Barat dan Banten (BJBR) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2013 sebesar 24.2%Yoy menjadi Rp 745.4 Miliar Vs Rp 600 Miliar pada 1H 2012 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 32.8%Yoy menjadi Rp 2.39 Triliun. BJBR membukukan kenaikan laba operasional sebesar 16.7%Yoy menjadi Rp 941.75 Miliar pada 1H 2013. Posisi CAR tercatat sebesar 16.36% pada 1H 2013 (18.4% pada 1H 2012) dengan posisi NPL Gross sebesar 2.31% (1.41% pada 1H 2012), ROE sebesar 28.89% (25.32% pada 1H 2012) dan LDR sebesar 80.77% (65.48% pada 1H 2012).
TPIA - Rencana kerjasama
Ferrostaal Industrial Projects GmbH telah menandatangani MoU dengan PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) melakukan studi kelayakan terkait pengembangan komplek pabrik petrokimia di Teluk Bintuni, Papua Barat. Ferrostaal berencana membangun pabrik olefin berbasis methanol dengan nilai proyek mencapai US$ 1.8 Miliar. Proses konstruksi diharapkan dapat dimulai pada 2014-2015 dengan target operasi pada 2019. Pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi methanol sebesar 400,000 ton per tahun serta etilena sebesar 175,000 ton per tahun. Pabrik methanol tersebut akan membutuhkan pasokan gas sekitar 180 MMscfd.
WIKA - Kerjasama dengan UMG
PT Wijaya Karya (WIKA) telah menandatangani kerjasama dengan United Mercury Group (UMG), perusahaan milik negara Myanmar untuk membangun pabrik beton di Myanmar. Untuk tahap pertama, pembangunan pabrik beton hasil patungan tersebut, WIKA harus mengeluarkan investasi senilai Rp 150 miliar dengan kapasitas produksi 27 ribu ton per tahun. Manajemen mengungkapkan lahan akan disediakan dan pengerjaan pabrik membutuhkan waktu 1-1.5 tahun. Ada 2 unit usaha yang akan dijalankan oleh WIKA dan UMG. Selain pabrik beton, konsorsium tersebut akan menggarap proyek konstruksi disana.