Daily News 15/08
August 15, 2013 No. 565
CPDW - Delisting
PT Indo Setu Bara Resources (CPDW) akan dihapus pencatatannya (delisting) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Delisting akan mulai berlaku efektif 12 September 2013. BEI mengumumkan perdagangan saham hanya akan dilakukan di pasar negosiasi selama 20 hari bursa dari tanggal 15 Agustus-11 September sebelum tanggal efektif delisting. Sementara di pasar reguler dan tunai saham CPDW tetap di suspensi. Sebelumnya, Manajemen CPDW akan berganti lini bisnis ke bidang oleochemical dan perkebunan sawit dikarenakan bidang batubara belum bisa berprodusi namun tidak ada realisasi lebih lanjut. BEI juga sedang mengkaji delisting PT Dayaindo Resources International (KARK) dan PT Surabaya Agung Industri Pulp & Paper (SAIP) yang dinyatakan pailit.
LSIP - Kinerja 1H 2013
PT PP London Sumatra Indonesia (LSIP) membukukan penurunan laba bersih 1H 2013 sebesar 71.6%Yoy menjadi Rp 181.5 Miliar Vs Rp 639.2 Miliar. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan kinerja penjualan sebesar 13.6%Yoy menjadi Rp 1.93 Triliun. Naiknya biaya produksi dan penjualan memicu penurunan kinerja laba operasi sebesar 67.8%Yoy menjadi Rp 239.63 Miliar.
MEDC - Target operasional Area 47
Manajemen PT Medco Energi Internasional (MEDC) memperkirakan produksi migas Area 47 di Libya dapat dimulai pada 2016, mundur dari rencana awal pada 2014. Mundurnya target operasional diakibatkan mundurnya front end engineering design (FEED) yang baru dikerjakan akhir tahun ini dengan target penyelesaian tahun depan. Lapangan migas tersebut merupakan joint operating company antara MEDC dengan kepemilikan 25%, Libya Investment Authority (LIA) dengan kepemilikan 25% dan sisanya dimiliki oleh Nafusah (perusahaan migas nasional Libya). Pengembangan proyek Area 47 diperkirakan membutuhkan dana US$ 800 Juta.
PWON - Meningkatkan recurring income
PT Pakuwon Jati (PWON) akan meningkatkan recurring income hingga akhir tahun ini. PWON menargetkan recurring income dari beberapa proyek mal dan perkantoran dapat berkontribusi hingga 50% dari pendapatannya sampai akhir tahun ini. Hingga 1H 2013 porsi recurring income PWON sebesar 44% dan sisanya 56% berasal dari pembangunan proyek. Recurring income PWON akan didukung tingginya okupansi pusat perbelanjaan di Kota Kasablanka yang membukukan okupansi sebesar 94% dan Gandari City 98% dan Tunjungan Plaza 99% dan beberapa dari penyewaan kantor.
SIMP - Kinerja 1H 2013
PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) membukukan penurunan laba bersih 1H 2013 sebesar 84.1%Yoy menjadi Rp 109.22 Miliar Vs Rp 686.17 Miliar. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan kinerja penjualan sebesar 7.5%Yoy menjadi Rp 6.45 Triliun. Naiknya biaya produksi dan penjualan mengakibatkan SIMP membukukan penurunan laba operasi sebesar 71.2%Yoy menjadi Rp 398.75 Miliar.