Daily News 02/09
September 02, 2013 No. 577
Makroekonomi - Pandangan IMF
Tim monitoring International Monetary Fund (IMF) yang melakukan kunjungan ke Jakarta pada 19-30 Agustus lalu melakukan kajian tentang dampak perkembangan global terhadap ekonomi Indonesia. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.25% dengan inflasi 9.5% dan defisit transaksi berjalan sekitar 3.5% dari GDP pada akhir 2013. Inflasi tahun depan diperkirakan turun menjadi 6%.
IPO - PT Logindo Samudramakmur
PT Logindo Samudramakmur berencana IPO dengan menjual 30% saham dan menargetkan perolehan dana IPO sekitar Rp 500 Miliar. Rencananya aksi korporasi akan dilakukan pada 4Q 2013 tahun ini dengan penjamin emisi PT RHB OSK Securities Indonesia. PT Logindo Samudramakmur merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan atau jasa penyewaan kapal. Hingga saat ini,perusahaan jasa angkutan perkapalan memiliki beberapa klien utama seperti Pertamina, Chevron, Santos dll. Logindo mengoperasikan jenis kapal seperti Anchor Handling Tug dan Supply Vessel, Platform Supply Vessel, Tug Boat dll.
PGAS - Kinerja 1H 2013
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2013 sebesar 13.1%Yoy menjadi US$ 457.29 Juta Vs US$ 404.35 Juta pada 1H 2012 lalu. PGAS membukukan kenaikan pendapatan sebesar 26.1%Yoy menjadi US$ 1.49 Miliar pada 1H 2013, namun kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 71.1%Yoy menekan kinerja laba kotor. PGAS membukukan penurunan laba operasi sebesar 8.8%Yoy menjadi Rp 486.95 Juta pada 1H 2013.
SMBR - Rencana buyback saham
PT Semen Baturaja (SMBR) mengalokasikan dana Rp 100 Miliar untuk melakukan buyback saham. Kebutuhan dana akan berasal dari dana cadangan yang nilainya mencapai Rp 500 Miliar, dimana Rp 250 Miliar berasal dari sisa laba ditahan tahun lalu.
WIKA & KRAS - Rencana membentuk perusahaan patugnan
PT Wijaya Karya (WIKA) melalui anak usahanya, Wika Beton berencana berkerjasama melalui perusahaan patungan (Joint Venture) dengan anak usaha PT Krakatau Steel (KRAS), PT Krakatau Engineering. Perusahaan patungan bertujuan untuk menambah pabrik beton pracetak yang berlokasi di Banten dengan kapasitas sebesar 70,000 ton per tahun dan membutuhkan investasi sebesar Rp 180 Miliar. Hingga kini Wika Beton masih mencari lokasi pembangunan pabrik. Pabrik ini akan dibangun diatas lahan seluas 5 Ha yang berada di Kawasan Industri Estate Cilegon (KIEC). Manajemen perusahaan menargetkan pembangunan pabrik akan dilakukan akhir tahun ini atau awal tahun depan.