Daily News 25/07

July 25, 2011 No. 59
Plantation Sector - Aturan BK CPO baru

Pemerintah menurunkan batas atas bea keluar (BK) produk CPO dari 25% menjadi 22.5% dan meningkatkan batas bawah harga referensi menjadi US$ 750 per ton dari US$ 700 per ton sebelumnya. Aturan BK CPO baru kemungkinan akan dilakukan mulai bulan depan untuk pengiriman September.
AKRA - Kinerja 1H 2011
PT AKR Corporindo (AKRA) membukukan kenaikan signifikan atas laba bersih 1H 2011 menjadi Rp 1.17 Triliun Vs Rp 83.61 Miliar pada 1H 2010 lalu. Naiknya kinerja laba bersih diakibatkan oleh pembukuan laba atas penjualan asset senilai Rp 1.68 Triliun. AKRA melakukan penjualan saham PT Sorini Agro Asia Corporindo (SOBI) kepada Cargill. Pendapatan AKRA tercatat naik 73.5%Yoy menjadi Rp 9.06 Triliun, didukung oleh kenaikan omzet penjualan pada unit usaha perdagangan dan distribusi BBM, kimia dasar, sorbitol, dll menjadi Rp 8.44 Triliun pada 1H 2011. AKRA mencatat kenaikan pendapatan operasional sebesar 25.5%Yoy menjadi Rp 258.09 Miliar pada 1H 2011.
BDMN - Rencana rights issue
PT Bank Danamon (BDMN) berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan 1.21 miliar lembar saham baru dengan rasio 1,000 : 144 pada kisaran harga Rp 4,100 hingga Rp 4,800 per lembar saham. Rencana tersebut menunggu pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 23 Agustus serta persetujuan RUPSLB pada 24 Agustus 2011. Apabila kedua persetujuan tersebut didapatkan sesuai jadwal, tanggal cum rights issue ditetapkan pada 7 September 2011. Pemegang saham mayoritas BDMN, Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. telah menyatakan kesanggupan untuk mengeksekusi seluruh hak yang dimilikinya. Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd. dan Deutsche Bank AG Hong Kong Branch bertindak sebagai standby buyer atas rencana rights issue tersebut.
ELTY - Kinerja 1H 2011
PT Bakrieland Development (ELTY) mencatat kenaikan pendapatan 94.4% pada 1H 2011 menjadi Rp 1.04 Triliun dari Rp 237.5 Miliar pada 1H 2010. Kontribusi terbesar berasal dari unit usaha city property senilai Rp 764.2 Miliar yang diikuti oleh landed residential senilai Rp 130 Miliar, hotel dan resort Rp 93.9 Miliar, serta jalan tol Rp 41.8 Miliar. Kenaikan pendapatan tersebut meningkatkan laba usaha sebesar 102% menjadi Rp 81.3 Miliar dan laba bersih sebesar 100.2% menjadi Rp 126.1 Miliar.
TPIA - Rencana investasi
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) mengalokasikan dana investasi senilai US$ 567 Juta pada 2011-2013. TPIA telah memulai pembangunan pabrik butadiene pada tahun 2011 yang akan beroperasi pada 2013 dengan kapasitas sebesar 100,000 ton per tahun, senilai US$ 110 Juta. TPIA juga telah memulai pembangunan pabrik butene-1 pada tahun 2011 dengan nilai investasi sebesar US$ 25 Juta dan akan beroperasi pada tahun 2014. Pabrik butadiene merupakan pabrik pertama di Indonesia yang produknya diolah menjadi karet sintetis yang digunakan untuk pembuatan ban.