Daily News 15/11
November 15, 2013 No. 628
Aturan IPO perusahaan tambang
Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan peraturan baru akan mempermudah perusahaan tambang melakukan IPO dan peraturan tersebut akan berlaku pada awal tahun 2014. Beleid baru ini merevisi Peraturan Nomor IA tentang Ketentuan Pencatatan Khusus Bagi Calon Perusahaan Tercatat di Bidang Pertambangan. Peraturan ini mewajibkan beberapa syarat yang paling berat adalah calon emiten mesti memiliki izin usaha pertambahan (IUP) yang sudah berproduksi. Untuk itu keputusan BEI melonggarkan aturan IPO terutama peraturan tersebut menyebabkan perusahaan tambang tidak bisa IPO di indonesia walaupun belum produksi tapi berprospek bagus.
IPO - PT Logindo Samudramakmur
PT Logindo Samudramakmur berencana menerbitkan 193.27 juta lembar saham baru (30% saham) dalam proses IPO. Emiten yang bergerak dibidang pelayanan atau jasa penyewaan kapal menetapkan harga IPO Rp 2,800 - Rp 3,700 per saham sehingga target dana IPO Rp 500 - Rp 700 Miliar. Logindo akan menggunakan dana IPO sebesar 60% untuk belanja modal, sekitar 30% untuk membayar utang bank dan sisanya 10% untuk modal kerja. Masa penawaran awal berlangsung pada 14-22 November 2013 dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 3 Desember 2013. Masa penawaran umum berlangsung pada 5-6 Desember dan listing pada 11 Desember 2013. UOB Kayhian Securities dan RHB OSK Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi.
BWPT - Private placement
PT BW Plantation (BWPT) telah menemukan calon investor strategis dalam rangka penerbitan saham non-HMETD atau private placement. Calon pembeli strategis bernama Pegasus CP One Ltd, entitas asing dari British Virginia Island. Pegasus CP One akan membeli 405.1 juta unit saham atau setara 9.09% saham BWPT. BWPT memastikan harga saham baru senilai Rp 850 per saham dan BWPT akan memperoleh dana dengan total Rp 344.33 Miliar yang akan dialokasikan untuk menambah modal kerja tahun 2014. Sementara kepemilikan PT BW Investindo pada BWPT semula memiliki 38.75% akan berkurang menjadi 35.23% sedangkan kepemilikan publi semula berjumlah 31.03% akan berkurang menjadi 28.21%.
JSMR - Belanja modal 2014
PT Jasa Marga (JSMR) menganggarkan belanja modal senilai Rp 3.5 Triliun pada 2014. Dana ini akan digunakan untuk membiayai proyek ruas tol. Pendanaan belanja modal bersumber dari kas internal sebesar 30% sedangkan sisanya diambil dari pinjaman bank maupun penerbitan obligasi. Tahun depan JSMR menargetkan pengoperasian tiga ruas tol yaitu Bogor Ringroad seksi 2, Gempol-Pandaan, dan Gempol-Pasuruan. JSMR juga sedang mengikuti tender proyek ruas tol baru yang dilakukan pemerintah sedangkan untuk penbembangan bisnis properti, JSMR berencana memanfaatkan lahan-lahan sisa pembebasan jalan tol untuk dikembangkan menjadi kawasan properti.