Daily News 20/11
November 20, 2013 No. 631
Ekonomi - Kebijakan fiscal
Pemerintah berencana meningkatkan tarif pajak penghasilan Pasal 22 (PPh Impor) terhadap perusahaan dengan angka pengenal importer (API) dari 2.5% menjadi 7.5%. Kebijakan tersebut berlaku efektif tahun depan. Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menetapkan tariff PPh impor sebesar 2.5% bagi perusahaan yang menggunakan API dan 7.5% bagi perusahaan yang tidak mengenakan API. Dengan penyamaan tersebut, maka tidak ada lagi insentif pajak bagi perusahaan yang mengenakan API.
Bakrie Group - Mundurnya penjualan saham BRMS
Manajemen PT Bumi Resources (BUMI) menargetkan rencana penjualan 42% saham PT Bumi Resources Minerals (BRMS) selesai pada akhir Desember, mundur dari jadwal semula pada akhir November 2013. BUMI berencana menggunakan dana penjualan 42% saham BRMS senilai US$ 257 Juta untuk membayar utang kepada China Investment Corporation (CIC). Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 18 Desember.
HERO - Divestasi asset
PT Hero Supermarket (HERO) menjual aset berupa gedung dana tanah seluas 11,390 m² di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan dengan nilai Rp 452.5 Miliar. Aset perseroan dibeli oleh PT Sintesis Kreasi Utama, perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan, perdagangan, industri, pengangkutan, pertambangan, dan jasa. Divestasi dilakukan dilakukan untuk mendukung ekspansi bisnis tahun depan, salah satu ekspansi yang akan dilakukan HERO adalah pembukaan gerai IKEA pertama di Indonesia pada tahun depan. Gerai tersebut berada diatas lahan seluas 5 Ha di kawasan Alam Sutera, Tangerang dengan investasi mencapai US$ 100 Juta. Tahun depan, HERO akan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 1.39 Triliun, sama dengan belanja modal tahun ini yang akan digunakan pembelian lahan dan pembangunan gerai baru.
MDLN - Fasilitas kredit dari Standard Chartered
PT Modernland Realty (MDLN) mendapat pinjaman sebesar US$ 45 Juta dari Standard Chartered Bank. MDLN telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit pada 15 November lalu. MDLN akan menggunakan pinjaman tersebut untuk membiayai akuisisi proyek Jakarta Garden City (JGC) dari Keppel Land Ltd, Pengembang properti dari Singapura. Selain pinjaman MDLN juga menggunakan obligasi global US$ 150 Juta yang sudah diterbitkan untuk membiayai akuisisi JGC. Nilai transaksi akuisisi JGC mencapai Rp 2.2 Triliun. MDLN akan menguasai 100% saham pada proyek JGC, kota mandiri seluas 270 Ha di Cakung, Jakarta Timur. MDLN akan membeli 51% saham JGC dari Keppel Land yang selama ini MDLN memiliki 49% saham JGC.