Daily News 10/06
June 10, 2014 No. 762
BWPT - Kinerja 1Q 2014
PT BW Plantation (BWPT) membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2014 sebesar 134.6%Yoy menjadi Rp 84.99 Miliar Vs Rp 36.23 Miliar pada 1Q 2013 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 32.7%Yoy menjadi Rp 356.75 Miliar kendati membukukan penurunan volume penjualan CPO sebesar 10%Yoy menjadi 36,011 ton Vs 40,026 ton pada 1Q 2013 lalu. Volume penjualan inti sawit (kernel) tercatat naik 17.4%Yoy menjadi 6,068 ton. Harga rata-rata CPO dan kernel masing-masing naik sebesar 36.3% dan 121.3% Yoy menjadi Rp 8,210 dan Rp 5,296 per Kg. Laba operasi tercatat naik 101.5%Yoy menjadi Rp 131.65 Miliar pada 1Q 2014.
MPMX - Belanja modal
PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 2.3 Triliun tahun ini, yang akan dialokasikan untuk pengembangan usaha. Sekitar Rp 100 Miliar akan dialokasikan untuk membangun gudang kedua untuk mendukung distribusi kendaraan roda dua, Rp 600 Miliar untuk membangun dealer Nissan-Datsun, dan Rp 200 Miliar untuk membangun fasilitas blending komponen otomotif. Sekitar Rp 1.3 Triliun dialokasikan untuk menambah armada jasa penyewaan kendaraan, dan Rp 100 Miliar sisanya untuk renovasi kantor serta kebutuhan lainnya.
SRIL - Target penjualan
PT Sri Rejeki Isman (SRIL) menargetkan penjualan mencapai Rp 7 Triliun tahun ini, naik dari Rp 4.7 Triliun tahun lalu, pasca akuisisi 99.9% saham PT Sinar Pantja Djaja (SPD). Akuisisi pabrik pemintalan otomatis meningkatkan kapasitas produksi SRIL hingga 65%. Manajemen mengalokasikan dana belanja modal US$ 55 Juta yang akan dialokasikan untuk pengembangan divisi garmen dan kain. SRIL menargetkan dapat memproduksi 24 juta potong pakaian jadi dan 176 juta yard kain per tahun pada akhir 2015.
TLKM & TELE - Penyerapan NPRI
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melalui anak usahanya PT PINS Indonesia siap menyerap penambahan modal melalui Non Pre-Emptive Right Issue yang dilakukan oleh PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE). TELE berencana menerbitkan 10% saham baru atau sebanyak 638.05 juta unit dengan harga Rp 812.2 per saham sehingga dana yang dapat diraih senilai Rp 518.2 Miliar. TLKM berencana memiliki saham TELE sampai 25% sehingga selain menyerap NPRI tersebut, TLKM akan membeli saham pendiri.