Daily News 13/06
June 13, 2014 No. 765
IPO - PT Batavia Prosperindo Internasional
PT Batavia Prosperindo Internasional berencana IPO dengan menjual 150 juta lembar saham baru (29.18% saham). Sebanyak 75 juta saham adalah milik PT Malacca Trust Limited dan selebihnya merupakan saham baru. Harga penawaran berkisar Rp 450-Rp 550 per lembar saham maka total perolehan dana IPO mencapai Rp 67.5 Miliar-Rp75 Miliar. Sekitar 50% dana hasil IPO untuk membiayai kegiatan perantara perdagangan efek anak usaha, PT Batavia Prosperindo Securities. Sedangkan sisanya untuk membiayai pengembangan manajer investasi PT Batavia Prosperindo Asset Management. Masa penawaran awal berlangsung pada 10-17 Juni 2014 dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 24 Juni. Masa penawaran umum berlangsung pada 26-30 Juni dan listing pada 4 Juli 2014. Panin Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi.
HRUM - Rencana akuisisi dan turunkan target produksi
PT Harum Energy (HRUM) akan merealisasikan rencana akuisisi tahun ini. HRUM mengincar satu perusahaan batubara di Kalimantan Timur dan HRUM telah menyiapkan dana hingga sebesar US$ 470 juta yang berasal dari kas internal sebesar US$ 200 juta dan fasilitas pinjaman bank yang diperoleh tahun lalu senilai US$ 270 juta. Sementara itu, HRUM menurunkan target produksi batubara menjadi 8 juta-9.5 juta ton batubara pada tahun ini. Target baru tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan awal HRUM di 2014 yang ditetapkan 12 juta ton. Revisi target produksi batubara dikarenakan harga jual batubara yang belum membaik.
PWON - Rencana non preemptive rights
PT Pakuwon Jati (PWON) berencana menerbitkan 4.81 miliar saham baru (10% saham) non-HMETD atau non preemptive rights yang akan dilakukan dalam 2 tahun kedepan. Dengan harga penawaran Rp 363 per lembar saham maka total perolehan dana mencapai Rp 1.75 Triliun yang akan digunakan untuk pengembangan usaha. Aksi korporasi tersebut telah disetujui pemegang saham pada 12 Juni 2014. PWON melihat sektor properti akan kembali membaik pada beberapa tahun mendatang, sehingga perusahaan harus mempersiapkan rencana pendanaan yang dapat segera dilaksanakan.
MPMX - Alokasi belanja modal
PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) mencari pinjaman bank asing dan lokal senilai Rp 500 miliar. pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal yang mencapai Rp 2.3 Triliun pada tahun ini. Sebelumnya MPMX telah menandatangani fasilitas pinjaman sebesar RP 600 MIliar dari Bank DBS Indonesia dan perseroan juga memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp 325 Miliar. MPMX akan mengalokasikan dana Rp 1.3 Triliun untuk meningkatkan unit usaha jasa kendaraan dengan membeli 3,500-4,000 mobil baru merek Datsun dan Nissan, sekitar Rp 600 Miliar untuk membangun 7-10 dealer mobil berstandar internasional, sisanya sebesar Rp 200 Miliar untuk membangun fasilitas blendin di Jawa dan Rp 100 Miliar untuk penambahan gudang.