Daily News 23/06
June 23, 2014 No. 771
ADES - Rencana produksi minuman rasa
PT Akasha Wira International (ADES) akan mulai memproduksi minuman berasa, seperti kopi atau jelly pada akhir 2014. Produksi minuman berasa rencananya dikelola sendiri atau melalui perusahaan patungan (joint venture). Produksi minuman berasa kemungkinan direalisasikan dengan kembali mengoperasikan tiga pabriknya yang sempat mati suri, pabrik di Sengon (Jawa Timur), Pandeglang (Banten) dan Sukabumi (Jawa Barat). Tahun ini, ADES mengeluarkan dana sebesar US$ 6 juta untuk mengoperasikan kembali pabrik Sengon pada Mei 2014. Sementara pabrik di Sukabumi diperkrakan beroperasi 3Q 2014 atau 4Q 2014 dan pabrik Pandeglang kemunginan beroperasi tahun depan.
BCAP & BABP - Eksekusi rights issue
PT MNC Kapital Indonesia (BCAP) menganggarkan dana Rp 201 Miliar untuk mengeksekusi haknya dalam rights issue PT Bank ICB Bumiputera (BABP). Dengan demikian, BCAP dapat mempertahankan kepemilikan 25% saham pada ICB Bumiputera. BCAP juga menyiapkan dana Rp 200 Miliar untuk meningkatkan kepemilikan saham menjadi 40%. Rights issue tersebut untuk mendukung BABP masuk kategori bank Buku II dengan modal inti sebesar Rp 1 Triliun hingga Rp 5 Triliun. Manajemen BABP mengungkapkan setelah rights issue modal inti perseroan akan bertambah menjadi Rp 1.2 Triliun dari sebelumnya Rp 780 Miliar. Sementara itu, BCAP juga sedang menjajaki peluang mengakuisisi satu perusahaan asuransi.
BUMI - RUPO tidak kuorum
Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) PT Bumi Resources (BUMI) pada 20 Juni lalu tidak berhasil mencapai kuorum. Rapat tersebut bertujuan membahas perubahan ketentuan terkait perubahan jatuh tempo atas obligasi konversi senilai US$ 375 Juta yang akan jatuh tempo pada 5 Agustus 2014. BUMI berencana melakukan restrukturisasi atas obligasi tersebut yang saat ini membayar kupon 9.25% menjadi 7% serta memperpanjang jatuh tempo obligasi.
TBLA - Rencana bisnis
PT Tunas Baru Lampung (TBLA) mengalokasikan dana investasi senilai total Rp 1.3 Triliun untuk ekspansi usaha pada bidang gula, CPO, dan biodiesel. Dana sekitar Rp 1 Triliun dialokasikan untuk membangun pabrik gula di Lampung dengan kapasitas produksi 6,000 ton per hari. Sekitar Rp 120 Miliar dana ekspansi akan digunakan untuk membangun pabrik minyak sawit ke-5 dengan kapasitas 45 ton TBS per jam di Bengkulu, dan sisanya untuk membangun pabrik biodiesel dengan kapasitas 1,000 ton per hari di Lampung. Pabrik biodiesel diperkirakan selesai dalam 1.5 tahun kedepan dimana TBLA berencana menjual hasil produksinya ke Pertamina. Dari total dana investasi tersebut sekitar 35% diantaranya berasal dari kas internal dan sisanya dari pinjaman bank. Pabrik gula yang baru diharapkan memberi kontribusi sekitar Rp 1.2 Triliun terhadap total pendapatan TBLA.