Daily News 07/01
January 07, 2015 No. 904
Sektor Batubara - Rencana pemerintah menaikkan royalti IUP
Pemerintah berencana menaikkan royalti batubara bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) tahun ini. Kenaikkan royalti rencananya akan dimasukkan ke dalam revisi Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2012 tentang jenis dan tarif atas penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Dalam revisi PP 9/2012 disebutkan royalti akan naik dari 3% menjadi 7% untuk batubara dengan kalori kurang dari 5.100 kalori/kg (Kkal/kg), royalti sebesar 5% menjadi 9% untuk batubara dengan tingkat kalori antara 5.100 Kkal/kg-6.100 Kkal/kg, dan sebesar 7% menjadi 9% untuk batu bara dengan tingkat kalori lebih dari 6.100 Kkal/kg.
AISA - Rencana investasi
PT Tiga Pilar Sejahtera (AISA) akan segera memulai pembangunan tiga pabrik pengolahan beras pada awal tahun ini dengan investasi total mencapai Rp 600 Miliar. AISA berencana membangun satu pabrik di Jawa Timur dan dua pabrik di Sulawesi Selatan. Kontribusi pabrik baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi menjadi 240,000 ton per tahun. Tahun ini AISA mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 959 Miliar dimana sekitar 75% diantaranya untuk memperkuat divisi beras dan sisanya untuk pengembangan divisi CPO dan makanan.
BWPT - Belanja modal
PT BW Plantation (BWPT) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 1.3 Triliun, naik dibandingkan alokasi tahun lalu senilai Rp 700 Miliar. Dana belanja modal akan digunakan untuk membangun 4 pabrik kelapa sawit senilai Rp 400-500 Miliar. Adapun sisanya Rp 800-900 Miliar akan digunakan untuk modal kerja, perawatan tanaman, dan menambah lahan tertanam sebanyak 10,000 Ha. Dengan penambahan empat pabrik dan penggabungan aset Green Eagle, total kapasitas produksi BW plantation akan menjadi 550 ton per jam pada 2016.
BULL & BLTA - Melepas 32.8% saham BULL
PT Berlian Laju Tanker (BLTA) telah mengalihkan 32.8% saham PT Buana Listya Tama (BULL), merupakan bagian dari langkah resturukturisasi utang kepada Merrill Lynch Credit Products LLP dan Orchard Center Mater Limited (MLOR). BLTA menjual 5.8 milliar lembar saham BULL yang dijaminkan kepada pihak yang ditunjuk oleh MLOR untuk menyelesaikan sebagian utang sebesar US$ 22 Juta serta denda US$ 7.8 Juta. BLTA tercatat memiliki 32.86% saham BULL.
SMRA -Marketing sales 2014
PT Summarecon Agung (SMRA) mencatat marketing sales 2014 senilai Rp 4.6 Triliun naik 23.5%Yoy dari pencapaian 2013 lalu. Kontributor terbesar dari area Serpong senilai Rp 2.6 Triliun, sisanya dari Bekasi Rp 1.3 Triliun dan Kelapa Gading Rp 700 Miliar. Estimasi lahan yang dijual di area Serpong seluas 18.8 Ha, Bekasi 2.8 Ha dan Kelapa Gading 1.5 Ha. SMRA menargetkan marketing sales sebesar Rp 5 Triliun hingga Rp 5.5 Triliun tahun ini dimana area Bandung akan menjadi kontributor baru.
TINS - Dana ekspansi
PT Timah (TINS) menganggarkan dana investasi sebesar Rp 1.1 Triliun tahun ini yang berasal dari kas internal. Manajemen juga tengah mengkaji opsi pinjaman jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan pendanaan. Manajemen TINS ingin mempertahankan produksi timah tahun ini sebesar 25,000-30,000 ton. Tahun ini, TINS menganggarkan Rp 200 Miliar untuk memperbesar porsi saham dari 10% menjadi 80% di Konsesi Pertambangan (KP) batubara di Sumatra Selatan. Produk batubara di KP ini memiliki kadar kalori 5,000 kcal/kg. Selain itu, TINS akan melanjutkan pembangunan pabrik smelter bijih timah menjadi logam timah di Belitung Timur (Bangka Belitung) dengan investasi Rp 40 Miliar.