Daily News 18/03
March 18, 2015 No. 959
CMNP - Rencana akuisisi
PT Citra Marga Nusaphala (CMNP) berencana mengakuisisi mayoritas saham Grup Cipaganti yang ditargetkan terealisasi pada 1H 2015. Rencana akuisisi ini akan diagendakan dalam RUPS tahunan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham. Sumber dana akusisi akan berasal dari penerbitan saham baru (right issue). Sementara itu, CMNP mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 4.9 Triliun, naik dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 205.3 Miliar.
INTP - Rencana ekspansi
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) berencana membangun tiga pabrik baru dengan total nilai investasi mencapai US$ 2.41 Miliar. INTP akan membangun pabrik berkapasitas 4.4 juta ton di Citeureup, Bogor dengan total nilai investasi US$ 660 Juta. Pabrik kedua akan dibangun di Jawa Tengah dengan kapasitas 2.5-3 juta ton per tahun dengan total investasi US$ 500-750 Juta. Pabrik ketiga berada di Sumatera Utara dengan kapasitas 2.5-4 juta ton per tahun dengan nilai investasi berkisar US$ 500 Juta hingga US$ 1 Miliar.
JSMR - Proyek ruas tol Kualanamu-Tebing Tinggi
PT Jasa Marga (JSMR) tengah mencari pendanaan untuk membiayai pekerjaan ruas tol Kualanamu-Tebing Tinggi. JSMR sedang memproses pinjaman perbankan senilai Rp 2.8 Triliun untuk segera memulai proyek tersebut. Proyek sepanjang 43.9 Km tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 4 Triliun dengan konsesi yang diperoleh sepanjang 35 tahun. Manajemen JSMR mengungkapkan Sekitar 70% dari biaya investasi untuk menggarap ruas tol Kualanamu-Tebing Tinggi berasal dari pinjaman. Sementara, sisanya 30% akan dipenuhi dari kas internal perseroan. JSMR menargetkan proses pencarian dana selesai pada akhir April.
LINK - Belanja modal
PT Link Net (LINK) mengalokasikan belanja modal tahun ini senilai Rp 1.5 Triliun. Dana belanja modal akan digunakan untuk inovasi dan pengembangan produk, maintenance, belanja konten dan pembangunan home pass. LINK menargetkan tahun ini jumlah pelanggan sebanyak 1 juta untuk TV berbayar melalui produk First Media dari sebelumnya sebanyak 700 ribu. Perseroan juga menargetkan pendapatan diatas Rp 2 Triliun tahun ini, meningkat sekitar 30% Yoy.
PJAA -Proyek reklamasi
PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) memulai pekerjaan proyek reklamasi tahap I senilai Rp 30 Triliun. Tahap I terdiri dari kawasan komersial di Ancol Timur seluas 120 Ha dan kawasan rekreasi di Ancol Barat seluas 32 Ha. Untuk kawasan komersial PJAA akan mengembangan Pantai Baru, area komersial di Ecopark Ancol dan stadion olahraga (merupakan stadion pengganti Lebak Bulus untuk menyambut Asian Games 2018). Selain itu, di kawasan Ancol Timur juga akan dibangun apartemen, hotel, perkantoran, mal, dan universitas. Untuk kawasan Ancol Barat akan dibangun Dunia Fantasi tahap II dengan nama Dufan Ocean yang ditargetkan beroperasi pada 2018.