Daily News 04/10

October 04, 2011 No. 105
AALI - Dividen Interim 2011

PT Astra Agro Lestari (AALI) akan membagikan dividen interim tahun buku 2011 sebesar Rp 300 per lembar saham pada 10 November 2011. Cum date ditetapkan pada 24 Oktober sedangkan recording date pada 27 Oktober.
BNBR - Jaminan utang
Credit Suisse (CS) kemungkinan akan meminta peningkatan jaminan hutang berupa saham kepada Grup Bakire yaitu PT Bakrie & Brothers (BNBR) dan Long Haul Holding seiring turunnya harga saham Bumi Plc dibawah 840 Poundsterling. Grup Bakrie berhutang kepada CS senilai US$ 1.3 Miliar dengan pembagian BNBR senilai US$ 601.75 Juta dan sisa nya Long Haul Holding. Pinjaman dari CS tersebut akan digunakan untuk membayar hutang kepada 5 institusi keuangan. BNBR merupakan pemegang saham 55% BUMI PLC dan menjaminkan 24% saham Bumi PLC untuk mendapatkan jaminan tersebut.
MTLA - Bangun pusat belanja
PT Metropolitan Land (MTLA) akan membangun pusat perbelanjaan bernama Grand Metropolitan (GM) di Bekasi, Jawa Barat dengan nilai investasi Rp 450 Miliar. GM merupakan pusat belanja ketiga yang dibangun perseroan setelah Mal Metropolitan dan Plaza Metropolitan di Bekasi. GM dibangun diatas lahan 26,921 M² dengan 5 lantai dan 2 lantai parkir. Luas bangunan sebesar 104,460 M² dan leaseable area seluas 47,285 M². Sumber pendanaan pembangunan GM diambil dari hasil IPO senilai Rp 200 Miliar serta pinjaman bank dan kas internal.
PTBA - Komisaris tidak berikan persetujuan
Dewan Komisaris PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) tidak memberikan persetujuan kepada manajemen untuk mengalihkan izin Kuasa Pertambangan (KP) kepada anak perusahaan, PT Banko Bara Utama serta anak perusahaan PTBA Lainnya karena terkait oleh aturan UU Minerba. Hal tersebut disesalkan karena sebelumnya Direktur Utama PTBA telah menerima surat dari Direktorat Jenderal Minerba yang menyebutkan bahwa PTBA dapat mengalihkan kepemilikan izin kepada anak perusahaan, setelah melakukan pemberitahuan secara tertulis kepada menteri, gubernur, bupati atau walikota sesuai dengan kewenangannya. Tertundanya persetujuan komisaris berpotensi menunda realisasi proyek senilai US$ 1.8 Miliar dimana PTBA menjalin kerjasama dengan Rajawali Group. Komitmen pendanaan proyek dari pemerintah China senilai US$ 300-400 Juta juga dikhawatirkan hilang menyusul ketidakpastian proyek.
TPIA - Komitmen pinjaman
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) berhasil mendapat komitmen pinjaman sindikasi bank senilai US$ 465 Juta yang akan dialokasikan untuk mendukung modal kerja.