Daily News 01/12
December 01, 2015 No. 1135
Sektor Migas - ESDM berencana menurunkan harga gas 30%
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menurunkan harga gas sebesar 30% pada 1 Januari 2016. Penurunan harga gas diharapkan dapat memacu pertumbuhan di sektor hulu dan hilir migas. Beberapa langkah perbaikan yang akan ditempuh: - Pemerintah mengurangi jatah Negara dalam bagi hasil di sektor hulu. - Disisi industri tengah atau midstream dan distribusi, pemerintah akan menerapkan batas margin keuntungan sehingga biaya transmisi dan distribusi dapat diterapkan secara adil. - Pemerintah akan membentuk badan penyangga gas nasional. Badan ini akan menjamin penyediaan dan penurunan harga gas dengan sistem yang lebih sederhana.
ASGR - Rencana ekspansi
PT Astra Graphia (ASGR) tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan kemasan (packaging) nasional untuk mengembangkan bisnis di sektor kemasan. Rencana perseroan masuk untuk mengembangkan bisnis di sektor kemasan dimaksudkan untuk mendiversifikasi usaha perseroan ke sektor kemasan seiring berkembangnya pasar online. Selain bisnis packaging, tahun depan perseroan akan terus mengembangkan bisnis belanja online atau e-commerce dengan meluncurkan website bernama AXIQoe.com.
BWPT - Transaksi Felda batal
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Malaysia kemarin, Felda Global Ventures Holdings Berhard (FGV) mengungkapkan masa conditional sale and purchase agreement (CSPA) telah berakhir pada 30 November dan tidak diperpanjang lagi. CSPA tersebut berupa perjanjian penjualan 37% saham PT Eagle High Plantations (BWPT) yang dimiliki Grup Rajawali kepada FGV senilai US$ 680 Juta. Transaksi tersebut awalnya ditargetkan selesai pada pertengahan Agustus 2015 lalu namun CSPA diperpanjang menjadi 31 Oktober dan kemudian diperpanjang lagi menjadi 30 November.
PGAS - Infrastruktur ritel
Kementerian BUMN tengah mengkaji secara mendalam terkait kerjasama dua perusahaan terafiliasi yang bergerak dalam bidang usaha sejenis: PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT Pertamina Gas (Pertagas, unit usaha Pertamina). Dengan mempertimbangkan jaringan pipa yang telah dimiliki saat ini, Menteri BUMN mengisyaratkan kemungkinan besar peluang PGAS memegang semua infrastruktur gas ritel. Rencana kerjasama tersebut akan menjadi bagian dari upaya penghematan (efisiensi) dalam pengelolaan infrastruktur gas di Indonesia.
WIKA - Rencana emisi MTN
PT Wijaya Karya (WIKA) melalui anak usahanya tengah menjajaki peluang menerbitkan surat utang jangka menegah (medium term notes/ MTN) senilai Rp 200 Miliar. Opsi penerbitan MTN akan dilakukan jika WIKA tidak mendapat penyertaan modal Negara (PMN). WIKA telah mengajukan PMN sebesar Rp 4 Triliun, namun belum mendapatkan persetujuan sehingga menunggu keputusan dari pembahasan PMN dalam rapat APBN-P 2016. Sebelumnya WIKA Realty telah menebitkan MTN I/2013 senilai Rp 100 Miliar dan dilanjutkan pada 2014, perseroan kembali menerbitkan MTN II/2014 senilai Rp 75 Miliar.