Daily News 17/10
October 17, 2011 No. 114
BNBR - Pinjaman baru
PT Bakrie & Brothers (BNBR) tengah memfinalisasi fasilitas pinjaman baru yang akan digunakan untuk refinancing utang senilai US$ 597 Juta. Proses tersebut diperkirakan selesai sebelum akhir Oktober. Manajemen tidak menyebutkan secara detail sumber pembiayaan tersebut namun beberapa waktu lalu Glencore dikabarkan akan mengucurkan pinjaman talangan senilai US$ 800-900 Juta. Glencore akan mendapatkan hak lebih besar dalam perjanjian pemasaran eksklusif atas batubara yang diproduksi oleh Bumi Plc.
BTPN - Kinerja 9M 2011
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) membukukan kenaikan laba bersih 9M 2011 sebesar 66%Yoy menjadi Rp 958.7 Miliar Vs Rp 577.5 Miliar pada 9M 2010 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penyaluran kredit sebesar 31%Yoy menjadi Rp 28.5 Triliun Vs Rp 21.8 Triliun pada 9M 2010 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat naik 29%Yoy menjadi Rp 3.28 Triliun dengan posisi NPL 0.45% (nett) dan CAR 20.9%.
BWPT - Produksi 9M 2011
PT BW Plantation (BWPT) mencatat kenaikan produksi FFB dari kebun inti sebesar 342,549 ton selama 9M 2011. Kenaikan produksi FFB dari kebun inti serta pembelian FFB dari pihak ketiga mendorong kenaikan produksi CPO sebesar 38.9% yoy menjadi 86,031 ton serta kenaikan produksi kernel sebesar 31.4% menjadi 14,387 ton. Namun produksi 3Q 2011 mengalami penurunan dibanding 2Q 2011. FFB dari kebun inti turun 26.5% menjadi 99,694 ton, CPO turun 23.3% menjadi 26,348 ton, serta kernel turun 23.6% menjadi 4,403 ton. Sementara itu BWPT akan mengakusisi lahan pada bulan November 2011 seluas 10,000-15,000 ha sehingga total luas lahan perseroan menjadi 103,000-108,000 ha.
INCO - Dividen interim 2011
Dewan Komisaris PT International Nickel Indonesia (INCO) telah menyetujui usulan Direksi untuk membagikan dividen interim 2011 senilai total US$ 100 Juta (sekitar US$ 0.01 per lembar saham). Dividen akan dibayarkan pada 21 November bagi pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 7 November 2011 (cum date 2 November).
SMRA - Target marketing sales
PT Sumarecon Agung (SMRA) meningkatkan target marketing sales tahun 2011 dari Rp 2.04 Triliun menjadi Rp 2.5 Triliun atau naik 47% dari marketing sales tahun lalu. Perseroan memperkirakan penjualan rumah di daerah Sumarecon Serpong dan Kelapa Gading akan diserap dengan baik oleh pasar.