Daily News 06/01

January 06, 2016 No. 1156
ANTM- Belanja modal

PT Aneka Tambang (ANTM) mengalokasikan belanja modal tahun ini sekitar Rp 2 Triliun. Belanja modal akan dialokasikan untuk tiga proyek utama perseroan: smelter grade alumina refinery (SGAR) Mempawah, pabrik feronikel Halmahera Timur, dan Smelter anode slime. Sumber dana belanja modal berasal dari right issue dan penyertaan modal negara (PMN). Selain itu perseroan juga akan menggunakan Rp 200 Miliar dana hasil right issue untuk proyek anode slime yang kebutuhan investasi proyek tersebut sebesar US$ 40 Juta.
NRCA - Target kontrak baru
PT Nusa Raya Cipta (NRCA) menargetkan kontrak baru tahun ini sebesar Rp 4.5 Triliun, naik 40% dibandingkan estimasi kontrak baru tahun lalu sekitar Rp 3 Triliun. Untuk mencapai target tersebut perseroan mengembangkan beberapa proyek, yaitu proyek Praxis Hotel & Apartemen Surabaya, apartemen Regatta Jakarta, Hotel Pullman Ciawi Jakarta, Q Big BSD City Tangerang, Springhill Royale Suites Jakarta, dan Radison Hotel Uluwatu, Bali. Selain itu, perseroan juga berencana mengembangkan bisnis jalan tol setelah sukses menggerjakan ruas Cikopo-Palimanan.
RANC - Divestasi Ministop
PT Supra Boga Lestari (RANC) menjual bisnis convenience store Ministop. Per 31 Desember, RANC resmi menjual seluruh kepemilikan saham di PT Bahagia Niaga Lestari (BNL), anak usaha yang mengoperasikan bisnis Ministop. RANC menjual dan memindahkan hak atas 70% saham BNL kepada pihak ketiga, PT Tiga Mitra Retail. Dari transaksi tersebut, RANC meraih dana Rp 9.8 Miliar.
WTON - Belanja modal
PT Wijaya Karya Beton (WTON) menganggarkan dana belanja modal sekitar Rp 350 Miliar tahun ini. Nilai tersebut lebih rendah 33.7%Yoy dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp 528 Miliar. Namun tahun ini, manajemen WTON menargetkan kontrak baru sebesar Rp 4 Triliun, naik 14.29%Yoy dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 3.5 Triliun. Dana belanja modal akan digunakan WTON untuk merevitalisasi sejumlah pabrik beton. WTON berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 2.3 juta ton per tahun. WTON juga akan membangun mobile plant atau pabrik bergerak dengan merealisasikan satu unit mobile plant pada tahun ini. Satu unit mobile plant dibutuhkan investasi sekitar Rp 50 Miliar hingga Rp 100 Miliar. Keuntungan dari mobile plant adalah biaya investasi tidak besar dikarenakan tidak membutuhkan lahan luas.