Daily News 07/01

January 07, 2016 No. 1157
EXCL - Rencana penjualan menara

PT XL Axiata (EXCL) berencana menjual 2,500 menara pada 1Q 2016. Proses lelang terbuka akan dimulai pada bulan Januari 2016 dan proses penjualan menara diharapkan selesai pada akhir 1Q 2016. Nantinya, EXCL hanya akan memiliki sekitar 4,000 menara dari total saat ini perusahaan memiliki 6,500 menara. EXCL berencana menggunakan dana hasil penjualan menara untuk membayar utang sebagai upaya restrukturisasi utang serta mengurangi beban keuangan. EXCL belum dapat memastikan nilai transaksi karena masih dalam proses lelang.
ISSP - Rencana produksi pipa diameter besar
PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) berencana memproduksi pipa berdiameter besar setelah sempat tertunda dikarenakan pelemahan ekonomi serta industri minyak dan gas. ISSP akan merealisasikan pembelian mesin pembuat pipa berukuran 10" terlebih dahulu sementara untuk rencana pembelian mesin pembuat pipa berukuran 24" masih dalam tahap pertimbangan kondisi pasar. ISSP juga berencana menyiapkan pabrik baru untuk produksi pipa berdiameter besar dengan meyiapkan konstruksi pabrik di Gresik (Jawa Timur).
KLBF - Langkah menuju komersialisasi sel punca
PT Kalbe Farma (KLBF) akan segera memulai tahapan pra pengujian klinis untuk menguji sel punca yang telah dikembangkan terhadap hewan, sebelum dilakukan pengujian klinis terhadap manusia. Pengembangan sel punca dilakukan melalui Stem Cell and Cancer Institute (SCI) dengan kebutuhan dana mencapai Rp 40 Miliar hingga 2022. Pengujian klinis ditargetkan selesai pada 2022 untuk kemudian dikaju oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk dapat dikomersialkan.
SMRA - Target marketing sales
PT Summarecon Agung (SMRA) menargetkan marketing sales tahun ini senilai Rp 4.5 Triliun. Untuk mencapai target marketing sales tersebut SMRA menargetkan proyek Summarecon Bandung memberi kontribusi senilai Rp 1.5 Triliun dan Summarecon Serpong senilai Rp 1.5 Triliun. Sementara itu sisa Rp 1.5 Triliun diharapkan berasal dari kontribusi proyek Summarecon Bekasi dan Summarecon Kelapa Gading. Perseroan juga akan meluncurkan klaster baru di Bandung dan Serpong, serta proyek highrise building untuk mencapai target marketing sales. Sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan marketing sales Rp 4.3 Triliun, sekitar 96% dari target sebesar Rp 4.5 Triliun.
WTON- Target kontrak baru
PT Wijaya Karya Beton (WTON) menargetkan kontrak baru tahun ini sebesar Rp 4 Triliun, naik dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 3.5 Triliun. Nilai kontrak carry over tahun lalu mencapai Rp 1.7 Triliun. Peningkatan kontrak baru tersebut didukung atas percepatan pembangunan infrastruktur Pemerintah. Tahun lalu WTON meraih peningkatan kontrak baru sebesar 34.62% menjadi Rp 3.5 Triliun dari tahun sebelumnya senilai Rp 2.6 Triliun. Kontrak besar yang dimenangkan perseroan akhir tahun lalu adalah mega proyek jalaur kereta api trans Sumatera sepanjang 140 Km dengan nilai kontrak sebesar Rp 160 Miliar.