Daily News 19/10

October 19, 2011 No. 116
ADRO - Akuisisi Bukit Enim Energy

Anak perusahaan PT Adaro Energy (ADRO), PT Alam Tri Abadi (ATA), telah menandatangani perjanjian akuisisi 46% saham PT Bukit Enim Energy (BEE) senilai US$ 46 Juta dari Lucky Star Coporation, Oriental Holdings Ltd., dan BrightPath Corp. Dengan demikian, pasca akuisisi ADRO akan memiliki 61.04% saham BEE secara tidak langsung. Pemegang saham BEE lainnya terdiri dari PT Pamapersada Nusantara (20% saham), PT Triputra Utama Selaras (13.93% saham), dan PT Bumi Alam Sejahtera (5.04% saham). Langkah tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan bisnis batubara di Sumatera Selatan. PT Pamapersada Nusantara merupakan anak perusahaan PT United Tractors (UNTR). BEE adalah perusahaan tambang batubara greenfield di Muara Enim (Sumatera Selatan), memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) selama 20 tahun yang berlaku sejak Maret 2011. BEE tercatat memiliki areal konsesi batubara seluas 11,130 Ha.
INAF - Rencana korporasi
PT Indofarma (INAF) tengah menyiapkan kuasi reorganisasi yang ditargetkan selesai pada akhir tahun. Pasca kuasi reorganisasi, INAF akan mencari sumber pendanaan berupa pinjaman bank atau emisi obligasi untuk melakukan revitaliasi produksi. Manajemen menargetkan produksi naik 23%Yoy pada 2012. Rencana kuasi reorganisasi menunggu persetujuan RUPSLB pada 11 November serta pernyataan efektif dari Bapepam-LK.
OKAS - Fasilitas pinjaman
PT Ancora Indonesia Resources (OKAS) mendapatkan fasilitas pinjaman senilai US$ 25 Juta dari Standard Chattered yang diperuntukan untuk modal kerja senilai US$ 3 Juta dan sisanya untuk mendukung rencana akusisi. OKAS berencana mengakusisi PT Raja Kutai Bumi Makmur (RKBM), tambang batubara yang beroperasi di Kalimantan Timur. RKBM yang telah menjual batubara 30-50 ribu ton per bulan merupakan perusahaan milik Ancora Energy, induk usaha dari OKAS.
SGRO - Pengembangan bisnis sagu
PT Sampoerna Agro (SGRO) tengah mengembangkan bisnis sagu dengan membangun pabrik sagu berkapasitas 100 ton per hari di Meranti (Riau). Perseroan juga memiliki 21,000 Ha lahan sagu untuk mendukung pasokan bahan baku. Total alokasi anggaran untuk bisnis tersebut mencapai Rp 100-140 Miliar yang merupakan bagian dari capex perseroan tahun ini senilai Rp 1 Triliun.