Daily News 20/10

October 20, 2011 No. 117
BMRI - Perkiraan kinerja 

PT Bank Mandiri (BMRI) diperkirakan memperoleh pertumbuhan laba bersih sebesar 30% yoy pada 9M 2011 yang ditopang oleh pertumbuhan kredit sekitar 27% dan penagihan hutang dari Garuda. Pertumbuhan kredit terdiri dari pertumbuhan kredit mikro lebih dari 40%, KPR lebih dari 30%, dan kredit usaha kecil lebih dari 30%.
DKFT - Rencana rights issue
PT Central Omega Resources (DKFT) berencana rights issue dengan menerbitkan 983.74 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue pada harga penawaran Rp 1,000 per lembar. Rasio rights issue ditetapkan sebesar 1 : 9. PT Jinsheng Mining (JM) bertindak sebagai standby buyer rights issue. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB pada 19 November dengan cum rights pada 25 November 2011. Sekitar 50% dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk penyertaan modal pada perusahaan baru yang akan mengoperasikan smelter hasil tambang, 30% untuk belanja modal, dan 20% untuk modal kerja.
FREN - Terbitkan MTN
PT Smartfren Telecom (FREN) menerbitkan medium term notes (MTN) senilai Rp 500 Miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 14% per tahun. Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada 30 November 2012. Seluruh dana hasil emisi MTN akan dialokasikan untuk mendukung belanja modal, modal kerja, serta pembayaran utang.
PTBA - Proyek rel
Manajemen PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menargetkan proyek pembangunan rel kereta api batubara sepanjang 307 Km di Tanjung Enim (Sumatera Selatan) dimulai paling lambat akhir 2011. Manajemen menyatakan telah mendapat persetujuan pendanaan sehingga ground breaking dapat terlaksana pada November atau Desember 2011. Proyek tersebut diharapkan selesai pada awal 2015. Kontrak EPC proyek senilai US$ 1.3 Miliar telah ditandatangani pada Maret 2010.
SMGR - Perkiraan kinerja
PT Semen Gresik (SMGR) diperkirakan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12% yoy selama 9M 2011 menjadi Rp 11.5 Triliun dari Rp 10.3 Triliun pada 9M 2010 lalu. Laba bersih diperkirakan meningkat 5%-10% menjadi Rp 2.6 Triliun - Rp 2.7 Triliun. Kinerja SMGR ditopang oleh kenaikan volume penjualan yang diperkirakan naik sebesar 9%-10%. Hingga 9M 2011, perseroan memproduksi 14.5 juta ton semen. Biaya produksi diperkirakan naik 5%-10%. SMGR belum berencana menaikan harga jual hingga saat ini.