Daily News 13/01

January 13, 2016 No. 1161
Makroekonomi - Penurunan harga gas industri pada Februari

Kementerian Perindustrian menyatakan Pemerintah akan mengeksekusi paket kebijakan ekonomi jilid III, berupa penurunan harga gas industri, pada bulan Februari. Pembahasan dengan Kementerian ESDM tengah menfinalisasi sektor industri terpilih. Kementerian Perindustrian diketahui mengajukan 7 sektor industri yang akan menerima penurunan harga gas seperti industri pupuk dan sarung tangan. Penurunan harga gas akan berasal dari penurunan harga gas hulu.
JSMR - Belanja modal
PT Jasa Marga (JSMR) berencana menaikan belanja modal tahun ini menjadi Rp 16 Triliun, dari semula Rp 14 Triliun. Belanja modal tahun ini dialokasikan untuk pengerjaan 13 ruas jalan tol sepanjang 460 Km. Anggaran ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang perseroan senilai total Rp 40 Triliun selama 10 tahun yang akan berakhir pada tahun 2018. Perseroan menargetkan mampu mengelola 1,050 Km jalan tol pada 2018. Sumber belanja modal sebesar 30% berasal dari ekuitas, sedangkan sisa 70% berasal dari perbankan.
LPKR - Jual Lippo Mall Kuta ke REITS Singapura
PT Lippo Karawaci (LPKR) akan menjual Lippo Mall Kuta ke Perusahaan Dana Investasi Real Estate (DIRE) atau Real Estate Investment Trust (REIT) yang ada di Singapura, Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT), senilai Rp 800 Miliar. Pusat perbelanjaan yang berlokasi di Kuta, Bali merupakan milik PT Paramita Utama, anak usaha LPKR. Pusat perbelanjaan ini akan dijual kepada Kuta1 Holdings Pte Ltd yang masih dalam proses pendirian dan merupakan anak usaha LMIRT. Paramita Utama dan Kuta1 telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat pada 8 Januari 2016.
PTPP - Target kontrak baru
PT Pembangunan Perumahan (PTPP) menargetkan kontrak baru senilai Rp 31 Triliun tahun ini. Nilai tersebut naik 14% dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar Rp 27.01 Triliun. Proyek BUMN ditargetkan memberi kontribusi sebesar 46% selanjutnya proyek pemerintah 33% dan swasta 21%. Sebagian besar target kontrak baru merupakan proyek konstruksi sekitar 52%, jalan tol 16%, sektor energi 8% dan sisanya dari proyek lain-lain. Untuk kebutuhan ekspansi dan pengembangan usaha, PTPP menganggarkan belanja modal sebesar Rp 2.85 Triliun tahun ini, lebih tinggi dari penyerapan belanja modal tahun lalu senilai Rp 1.25 Triliun. Sumber dana belanja modal berasal dari kombinasi kas internal dan eksternal.
WSKT - Proyeksi kinerja 2015
Manajemen PT Waskita Karya (WSKT) memperkirakan perolehan laba bersih 2015 mencapai Rp 1 Triliun, naik dari posisi Rp 501.5 Miliar pada 2014 lalu (Rp 400.3 Miliar pada 9M 2015). Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 45%Yoy menjadi sekitar Rp 15 Triliun tahun lalu Vs Rp 10.3 Triliun pada 2014 lalu. WSKT menargetkan perolehan kontrak tahun ini mencapai Rp 60 Triliun, sekitar dua kali lipat diatas estimasi realisasi Rp 30 Triliun tahun lalu. Kontrak carry over WSKT mencapai Rp 40 Triliun.