Daily News 12/01
January 12, 2016 No. 1160
IPO - PT Mitra Pemuda
PT Mitra Pemuda (MP) berencana menjual 25% saham melalui proses IPO dengan target perolehan dana mencapai Rp 40 Miliar. Harga penawaran saham berada pada kisaran Rp 150 hingga Rp 220 per lembar saham. MP merupakan perusahaan konstruksi, dan berencana meningkatkan kapasitas produksi struktur baja pasca IPO. Sekitar 45% dana hasil IPO akan digunakan untuk membangun workshop di Tegal (Jawa Tengah). Masa penawaran awal berlangsung pada 11-19 Januari 2016. PT Lautandhana Securindo bertindak sebagai penjamin emisi.
BBNI - Realisasi buyback saham
PT Bank Negara Indonesia (BBNI) merealisasikan program buyback saham sebanyak 150.54 juta lembar saham senilai Rp 750 Miliar. BBNI melaksanakan buyback saham dalam dua periode. Dalam periode pertama pada tanggal 2-30 November 2015 BBNI membeli 101.58 juta lembar saham senilai Rp 507.88 Miliar dengan harga rata-rata Rp 5,000 per lembar. Periode kedua berlangsung pada 1-28 Desember 2015, BBNI membeli 48.95 juta lembar saham senilai Rp 242.10 Miliar dengan harga rata-rata Rp 4,946 per lembar.
TINS - Belanja modal
PT Timah (TINS) menganggarkan belanja modal Rp 1.2 Triliun untuk sektor produksi seperti alat produksi dan pengembangan industri diversifikasi. Pengembangan industri diversifikasi TINS terdiri dari industri hilir berupa pembangunan pabrik yang dianggarkan senilai Rp 100 miliar-Rp 150 MIliar dan pembangunan rumah sakit serta fasilitas senilai Rp 200 Miliar. Sebagian besar sumber belanja modal berasal dari kas internal dengan sekitar 70% untuk sektor produksi dan 30% untuk sektor diversifikasi.
WIKA - Belanja modal
PT Wijaya Karya (WIKA) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 10.5 Triliun, naik signifikan dibandingkan realisasi tahun lalu yang diperkirakan sekitar Rp 1 Triliun. Alokasi belanja modal 2016 tersebut berdasarkan asumsi perseroan memperoleh penyertaan modal Negara (PMN) senilai Rp 4 Triliun dan dana sekitar Rp 2.1 Triliun melalui HMETD. Selain itu, sekitar Rp 4.5 Triliun sumber belanja modal berasal dari ekuitas. Belanja modal akan dialokasikan untuk sejumlah proyek prioritas, yaitu proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, pengembangan usaha kawasan industri Kuala Tanjung, jalan tol Manado-Bitung, Jalan tol Samarinda-Balikpapan, serta PLTU Banten (Jawa 5) dan PLTU Aceh. Sementara itu WIKA menargetkan perolehan kontrak baru tahun ini sebesar Rp 52.3 Triliun.