Daily News 15/01

January 15, 2016 No. 1163
Property Sector - Penurunan rating beberapa perusahaan properti

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat rating PT Agung Podomoro Land (APLN) dari idA menjadi idA- akibat pelemahan struktur modal serta arus kas sebagai dampak penurunan penjualan properti. Pefindo juga menurunkan outlook peringkat PT Intiland Development (DILD) dari stabil menjadi negatif akibat menurunnya pendapatan ditengah kenaikan utang. Sementara itu Standard & Poor's Ratings Services juga menurunkan outlook peringkat PT Lippo Karawaci (LPKR) dari stabil menjadi negatif karena prediksi arus kas dan leverage yang lebih rendah dari perkiraan seiring tertundanya rencana penjualan aset ke REITs.
ANTM - Bangun pabrik SGA di 2Q 2016
PT Aneka Tambang (ANTM) akan segera membangun pabrik smelter grade alumina (SGA) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek tersebut akan digarap bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sedang dalam proses evaluasi ulang nilai belanja modal untuk pabrik. Dalam proyek ini ANTM dan Inalum resmi bekerjasama dengan perusahaan aluminium asal Tiongkok, Aluminium Corporation of China Limited (Chinalco). Penandatangan nota kesepahaman telah dilakukan Desember 2015. Sebelumnya, nilai investasi proyek diestimasi sekitar US$ 1.5 Miliar-US$ 1.8 Miliar. Pabrik rencananya berkapasitas 2 juta ton SGA per tahun dan proses ground breaking diharapkan dimulai pada awal 2Q 2016 dan dapat beroperasi pada tahun 2019.
CTRA - Belanja modal
PT Ciputra Development (CTRA) menganggarkan Rp 1 Triliun-Rp 1.5 Triliun pada tahun ini. Sumber dana belanja modal berasal dari kas internal sedangkan sisanya berasal dari pinjaman bank pada 2Q 2016. Adapun sebagian dari belanja modal atau setara dengan Rp 500 Miliar akan digunakan untuk mengakuisisi lahan di Jakarta dan Surabaya. Sedangkan untuk diluar pulau Jawa, masih akan mengandalkan skema joint venture dengan mitra strategis yang telah memiliki lahan. CTRA menargetkan marketing sales tahun ini mencapai Rp 10 Triliun tumbuh 8.7% daripada realisasi tahun lalu senilai Rp 9.2 Triliun. Pada tahun lalu, CTRA merealisasikan marketing sales sebesar 97% dari target atau setara Rp 9.2 Triliun.
MDLN - Target marketing sales
PT Modernland Realty (MDLN) menargetkan dapat meraih marketing sales Rp 4.2 Triliun pada tahun ini atau naik 32.5% dibandingkan realisasi marketing sales Rp 3.17 Triliun pada tahun lalu. Penjualan residensial dperkirakan dapat berkontribusi Rp 3 Triliun sedangkan isanya dikontribusi oleh penjualan industrial sebesar Rp 1.2 Triliun. Tahun ini, MDLN juga masih akan mengakuisisi lahan untuk pengembangan bisnis di Bekasi dan Cikande dengan menganggarkan belanja modal Rp 1.2 Triliun atau naik 20% dibandingkan serapan belanja modal tahun lalu senilai Rp 1 Triliun. Sumber dana belanja modal akan berasal dari kas internal.
TELE - Tunda pabrik perakitan ponsel
PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE) menunda target pengoperasian pabrik perakitan ponsel yang sedang dibangun di Delta Silikon (Cikarang) dikarenakan terkendalan perizinan. Kendala legalitas membuat beberapa proses konstruksi pembangunan pabrik tahap pertama masih tertunda. Semula pembangunan pabrik tahap pertama diharapkan selesai pada Desember 2015. Setelah terkendala periziznan TELE akan menunda menjadi Maret 2016. Untuk membangun lini produksi tahap pertama dengan kapasitas produksi sebanyak 100,000 unit ponsel per bulan, TELE menginvestasikan dana US$ 5 juta. Setelah lini produksi tahap pertama selesai, TELE mempersiapkan pembangunan lini produksi tahap kedua dengan kapasitas yang sama. Selain bikin pabrik, kerjasama dengan Arima Communication ini akan dilanjutkan dengan pembangunan pusat riset dan pengembangan (R&D) smartphone di Indonesia setelah realisasi lini produksi tahap pertama selesai.