Daily News 18/01
January 18, 2016 No. 1164
ASRI - Target marketing sales
PT Alam Sutera Realty (ASRI) menargetkan marketing sales Rp 5 Triliun tahun ini dari penjualan lahan dan proyek bangunan. ASRI masih memanfaatkan lahan kosong yang masih tersisa di kawasan Alam Sutera (Tangerang Selatan) seluas 13 Ha untuk dibangun perumahan, apartemen, dan perkantoran. Untuk mendukung rencana tersebut ASRI telah menganggarkan belanja modal senilai Rp 2 Triliun untuk menggarap proyek tersebut. Sumber dana belanja modal berasal dari kas internal perseroan. Selain proyek di kawasan Alam Sutera, ASRI akan membangun proyek di Pasar Kemis (Tangerang) dengan pembangunan proyek residensial dan komersial dan menargetkan reccuring income 10% dari Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Bali. Dikarenakan tidak semua negosiasi transaksi selesai pada tahun lalu, ASRI hanya membukukan marketing sales Rp 1.9 Triliun dari target semula Rp 4.5 Triliun.
BBRI - Rencana emisi obligasi
Seiring tingginya minat investor, manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) meningkatkan jumlah emisi obligasi tahap II dari Rp 3 Triliun menjadi Rp 4.65 Triliun. Masa penawaran telah berakhir pada 14 Januari lalu. BBRI menetapkan kupon obligasi bertenor 1 tahun sebesar 8.5% (kisaran awal 8.5% hingga 9%), obligasi bertenor 3 tahun sebesar 9.25% (kisaran awal 9.25% hingga 9.75%), dan obligasi bertenor 5 tahun sebesar 9.6% (kisaran awal 9.45% hingga 9.95%). Seluruh dana hasil emisi obligasi dialokasikan untuk mendukung ekspansi kredit. Obligasi tersebut merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan senilai total Rp 12 Triliun yang mendapat peringkat idAAA dari Pefindo. Pada bulan Juni 2015 BBRI telah menerbitkan obligasi tahap I senilai Rp 3 Triliun.
NRCA - Target kontrak baru
PT Nusa Raya Cipta (NRCA) menargetkan kontrak baru sebesar Rp 4.5 Triliun pada tahun ini dengan 20% atau sebanyak Rp 900 Miliar merupakan proyek jalan tol. Untuk itu NRCA mengikuti lelang dua hingga tiga proyek tol pada tahun ini. NRCA telah menganggarkan dana belanja modal sebesar Rp 30 Miliar dengan sumber dana berasal dari kas internal perusahaan. Anggaran tersebut akan digukan untuk membeli kebutuhan alat berat. Sepanjang tahun 2015 NRCA meraih kontrak baru senilai Rp 3 Triliun dengan mayoritas kontrak berasal dari proyek gedung. Realisasi perolehan kontrak baru pada tahun lalu lebih rendah dari target yang ditetapkan senilai Rp 4.1 Triliun.
PPRO - Rencana emisi obligasi
Manajemen PT PP Properti (PPRO) memperkirakan tingkat penawaran kupon medium term notes (MTN) berada pada kisaran 11% hingga 11.5%. PPRO berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 300 Miliar bertenor 3 tahun pada 1Q 2016. Dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk mendanai akuisisi lahan. PPRO masih dalam tahap seleksi calon underwriter.
PWON - Target marketing sales
PT Pakuwon Jati (PWON) menargetkan marketing sales tahun ini sebesar Rp 3.1 Triliun. Target tersebut sama dengan realisasi marketing sales tahun lalu. Untuk mencapai target tersebut perseroan akan melanjutkan proyek yang tengah berjalan diantaranya adalah perluasan Supermall Pakuwon Indah, Superblok Kota Kasablanka 3, serta pengembangan perumahan. Selain itu, tahun ini perseroan juga berencana mengakusisi lahan di Jakarta dan Surabaya. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2 Triliun.
TINS - Pembangunan smelter
PT Timah (TINS) akan merealisasikan konstruksi smelter mineral tanah jarang (rare earth mineral) di Bangka Barat pada 3Q 2016. Pengerjaan smelter dengan kapasitas 5,000-6,000 ton per tahun ini diproyeksikan rampung dalam dua tahun. Harga jual produk ini sebesar US$ 150 per kg lebih mahal 8-10 kali harga timah yang sebesar US$ 15 per Kg. Tahun lalu, TINS telah menyelesaikan pembangunan mini-plant tanah jarang yang menjadi pilot project yang memiliki kapasitas produksi 1.5 ton per tahun dengan investasi sebesar Rp 35 Miliar.