Daily News 09/02
February 09, 2016 No. 1179
Cadangan Devisa Januari 2016
BI melaporkan posisi cadangan devisa senilai US$ 102.1 Miliar pada akhir Januari lalu, turun US$ 3.8 Miliar dibandingkan dengan posisi US$ 105.9 Miliar pada akhir Desember lalu. Jumlah tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan 7.5 bulan impor atau 7.2 bulan impordan pembayaran utang luar negri. Pada bulan Januari BI menggunakan dana senilai US$ 234.6 Miliar untuk melakukan operasi pasar terbuka, naik dari US$ 177.2 Miliar untuk pos penggunaan yang sama pada bulan Desember lalu.
KPIG - Dirikan anak usaha baru
PT MNC Land (KPIG) mendirikan anak usaha baru yang diberi nama PT Sentra Rasa Nusantara (SRN) pada 2 Februari 2016. Pendirian anak usaha baru tersebut dilakukan dalam rangka persiapan pengembangan usaha perseroan ini. SRN berdiri bersama dengan PT GLD Property. Adapun komposisi kepemilikan saham KPIG dalam anak usaha barunya mencapai 99.6% sedangkan sisanya 0.40% dimiliki oleh PT GLD Property. Nilai investasi KPIG pada SRN tidak melebihi 20% dari ekuitas perseroan dan bukan termasuk transaksi material.
MPPA - Belanja modal
PT Matahari Putra Prima (MPPA) menganggarkan belanja modal sekitar Rp 700 Miliar hingga Rp 800 Miliar tahun ini, tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu sekitar Rp 700 Miliar. MPPA akan menggunakan dana belanja modal untuk ekspansi gerai baru. Sebagian pendanaan belanja modal menggunakan kas internal dan sisanya pinjaman perbankan. MPPA berencana menambah 10 gerai Hypermarket tahun ini dengan tiga gerai di pulau Jawa dan tujuh gerai di luar pulau Jawa. Disamping itu, MPPA akan menambah tiga hingga empat gerai Food Mart, lalu empat gerai Smart Club dan 10 gerai Boston.
SRIL - Kontrak baru
PT Sri Rejeki Isman (SRIL) memperoleh kontrak baru pengadaan seragam militer untuk Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 150 ribu potong pakaian namun perseroan perseroan belum dapat menyebutkan nilai kontrak tersebut. Perseroan menargetkan kontribusi ekspor tahun ini sebesar US$ 10 Juta hingga US$ 15 Juta tahun ini, dan diharapkan dalam 4-5 tahun ke depan kontribusi ekspor naik menjadi US$ 50 Juta hingga US$ 80 Juta. Untuk mencapai target tersebut perseroan akan mengekspor pakaian ke lima Negara: Kamboja, Hongkong, Spanyol, Peru, dan Perancis. SRIL telah mendapatkan kontrak untuk Kamboja, sedangkan empat negara lainnya masih dalam proses finalisasi. Sementara itu diketahui telah SRIL mendapatakan fasilitas pinjaman senilai US$ 18 Juta dari PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) untuk pembiyaan ekspansi.
TAXI - Target pendapatan
PT Express Transindo (TAXI) menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 1 Triliun. Untuk mencapai target tersebut perseroan akan meningkatkan okupansi armada hingga 80%-90% dari realisasi sepanjang 2015 sekitar 70%. Perseroan akan memacu okupansi dengan meluncurkan aplikasi pemesanan taksi pada Maret 2016 untuk meningkatkan utilasi armada. Selain itu, perseroan akan menambah dan meremajakan armada taksi untuk menjaga tingkat penggunaan. Tahun ini Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 200 Miliar hingga Rp 300 Miliar untuk penambahan dan peremajaan armada sebanyak 1,000 hingga 1,500 unit.