Daily News 21/10

October 21, 2011 No. 118
ENRG ? Penggunaan Capex
PT Energi Mega Persada (ENRG) telah menggunakan belanja modal (Capex) sebesar US$87.6 juta hingga akhir Agustus lalu atau 60% dari total belanja modal tahun ini sebesar US$146 juta yang diperuntukan membiayai pengeboran dan penambahan fasilitas produksi. Perseroan telah merevisi anggaran capex dari US$ 189 juta menjadi US$ 146 juta karena penghematan pada beberapa sektor produksi. Tahun depan perseroan mengalokasikan capex senilai US$ 157 juta yang akan digunakan untuk eksplorasi blok Kangean sebesar 50% dan sisanya pengembangan 11 lapangan migas lainnya. Sementara itu ENRG berencana membeli 36.7% saham milik China National Offshore Oil Corporation (CNOOC)  di blok Offshore north West Java (ONWJ). ONWJ berlokasi di laut utara Jawa dari utara Cirebon sampai Kepulauan Seribu. 

ERTX ? Target Kinerja PT. Eratex Djaja (ERTX) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 30% dari perkiraan target tahun ini sebesar US$ 37 juta. Investor baru yaitu PT. Buana Indah akan masuk ke dalam perseroan dengan mengakuisisi 26.24% saham milik Eastern Cotton Mills dan Genaire Enterprises. ERTX mengalokasikan capex untuk tahun depan senilai US$ 500 ribu yang akan digunakan untuk membeli mesin baru. Sementara itu, pemegang saham menyetujui konversi hutang senilai US$ 2.81 juta dengan 32.86% saham.
OKAS ? Raih Kontrak PT. Ancora Indonesia Resources (OKAS) melalui anak usahanya PT. Multinitrotama Kimia (MNK) meraih kontrak dengan anaka usaha PT. Borneo Lumbung Energi (BORN) yaitu PT. Asmin Koalindo Tuhup. OKAS akan mensuplai bahan ledak pertambangan senilai US$ 25 juta dalam waktu 3 tahun mulai tahun 2012. Bahan tersebut akan disuplai dari pabrik MNK II yang akan beroperasi pada akhir tahun ini. OKAS memiliki 50% saham pada MNK.
UNSP ? Refinancing Hutang PT. Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) akan mendapatkan hutang baru dari 3 bank senilai US$ 215 juta yang akan digunakan untuk membayar hutang (refinancing). Hutang perseroan senilai US$ 185 juta akan jatuh tempo pada 1 November 2011 akan dibayar dengan hutang baru tersebut sedangkan sisa pinjaman baru senilai US$ 30 juta akan digunakan untuk pembayaran hutang anak usaha UNSP.