Daily News 16/02

February 16, 2016 No. 1184
DMAS - Belanja modal

PT Puradelta Lestari (DMAS) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 1 Triliun. Belanja modal dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur kawasan industri serta pengembangan proyek apartemen servis. Alokasi belanja modal tahun ini terbilang moderat jika dibandingkan belanja modal tahun lalu sebesar Rp 1.4 Triliun dikarenakan perseroan tidak terlalu agresif melakukan pembebasan lahan seperti tahun lalu. Sumber belanja modal perseroan berasal dari kas internal. Semetara itu, DMAS menargetkan penjualan lahan industri seluas 50 Ha tahun ini, lebih rendah dari realisasi tahun lalu sekitar 90 Ha.
JSMR - Putusan kasasi MA
Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi yang diajukan PT Tirtobumi Prakarsatama melawan PT Jasa Marga (JSMR), membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta tanggal 15 Juli 2013 lalu yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 10 Desember 2012. MA memutuskan memberi perpanjangan interim atas masa berlakunya perjanjian kerja sama bagi hasil hingga permohonan perpanjangan masa kerjasama bagi hasil mendapat keputusan definitif dari pihak yang turut tergugat. MA juga memerintahkan agar pendapatan hasil tol ruas jalan Kebun Jeruk-Tangerang Barat dan sebaliknya ditempatkan dalam rekening penampungan (escrow account). JSMR dituntut membayar ganti rugi senilai Rp 1.24 Triliun, setara dengan tambahan waktu kerjasama bagi hasil selama 24 tahun 2 bulan. Nilai tuntutan tersebut setara dengan 16% pendapatan JSMR tahun lalu.
NRCA - Kontrak baru
PT Nusa Raya Cipta (NRCA) membukukan kontrak baru senilai Rp 3.025 Triliun sepanjang 2015 atau 4.9% lebih rendah dari kontrak baru pada 2014 senilai Rp 3.18 Triliun. Adapun kontrak baru perseroan berasal dari proyek Praxis Hotel & Apartemen Surabaya, Apartemen Regatta Jakarta, Hotel Pullman Ciawi Jakarta, Q Big BSD City Tangerang, Springhill Royale Suites Kemayoran Jakarta, dan Radison Uluwatu. Untuk tahun 2016, NRCA menargetkan kontrak baru Rp 4.5 Triliun dengan pendapatan sebesar Rp 4.1 Triliun dan laba bersih Rp 218 Miliar. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1.3 Triliun.
PPRO - Rencana penerbitan MTN dan obligasi
PT PP Properti (PPRO) berencana menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) senilai Rp 100 Miliar pada Maret 2016 yang akan dialokasikan untuk mendukung belanja modal senilai Rp 1.2 Triliun tahun ini. Tingkat bunga MTN bertenor tiga tahun diperkirakan sekitar 11.3% per tahun. MTN ini merupakan bagian dari MTN berkelanjutan senilai Rp 300 Miliar. Selain menerbitkan MTN, PPRO akan merilis obligasi RP 600 Miliar pada Juni mendatang. Rencananya obligasi akan terbit dalam dua seri. Seri pertama bertenor tiga tahun dan seri kedua bertenor lima tahun. Sehingga total dana MTN dan obligasi mencapai Rp 900 Miliar. Dari dana belanja modal Rp 1.2 Triliun, sekitar Rp 600 Miliar untuk penyertaan modal di perusahaan patungan, Rp 400 Miliar untuk akuisisi lahan dan sisanya untuk investasi pusat belanja.