Daily News 04/03
March 04, 2016 No. 1197
ADES - Bisnis minuman ringan berasa
PT Akasha Wira International (ADES) akan memperkuat bisnis minuman ringan berasa, susu kedelai dalam kemasan varian kedelai, dan gandum berupa soy milk dan soy oat. Dua produk minuman yang sudah dipersiapkan tahun lalu akan menjadi andalan ADES tahun ini dan menambah daftar produk minuman sebelumnya, Nestle Pure Life dan Vica Royal. Sementara itu di bisnis AMDK, ADES telah menyelesaikan penambahan mesin baru di pabrik Cibinong pada bulan November 2015 dan menambah 40%-50% kapasitas terpasang dari sebelumnya sebesar 400 juta liter per tahun. Untuk mendukung penjualan, ADES juga telah membangun gudang di daerah Cibinong.
ANTM- Belanja modal
PT Aneka Tambang (ANTM) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 1.6 Triliun, turun 20% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 2 Triliun. Penurunan belanja modal tersebut dikarenakan Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) segera tuntas dalam waktu dekat. Pengerjaan P3FP telah mencapai 99% pada akhir 2015 dan saat ini perseroan sedang menunggu commissioning pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2x30 MW. Belanja modal tahun ini sebesar Rp 406 Miliar dialokasikan untuk proyek prioritas yakni pabrik Feronikel Halmahera Timur (FHT) tahap 1. Selain itu, pekerjaaan konversi bahan bakar minyak ke gas untuk pembangkit listrik di smelter di Pomalaa akan mengantongi porsi belanja modal sebesar Rp 150 Miliar dan smelter grade alumina refinery (SGAR) Mempawah diperkirakan baru menyerap belanja modal sekitar Rp 33 Miliar tahun ini.
BBCA - Kinerja FY 2015
PT Bank Central Asia (BBCA) membukukan kenaikan laba bersih FY 2015 sebesar 9.3%Yoy menjadi Rp 18.02 Triliun Vs Rp 16.48 Triliun pada FY 2014 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 12% menjadi Rp 35.89 Triliun. Posisi CAR pada akhir 2015 tercatat sebesar 18.65% (16.86% pada 2014) dengan NPL Gross 0.72% (0.6% pada 2014), ROE 21.86% (25.5% pada 2014), dan LDR 81.06% (76.77% pada 2014). Posisi NIM BBCA tercatat sebesar sebesar 6.72% pada akhir tahun lalu.
PPRO - Kinerja FY 2015
PT PP Properti (PPRO) membukukan kenaikan laba bersih FY 2015 sebesar 183%Yoy menjadi Rp 300.33 Miliar Vs Rp 106.12 Miliar pada 2014 tahun lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan dan pendapatan usaha sebesar 171%Yoy menjadi Rp 1.5 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat naik 179%Yoy menjadi Rp 385.5 Miliar tahun lalu.
TLKM - Kinerja FY 2015
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) membukukan kenaikan laba bersih FY 2015 sebesar 7%Yoy menjadi Rp 15.48 Triliun Vs Rp 14.47 Triliun pada 2014 tahun lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 14% menjadi Rp 102.47 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat naik 11%Yoy menjadi Rp 32.41 Triliun tahun lalu.