Daily News 03/03

March 03, 2016 No. 1196
Property Sector - Diskon Pajak DIRE

Pemerintah tengah mengkaji menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk instrumen kontrak investasi kolektif Dana Investasi Real Estate (DIRE) masing-masing menjadi 0.5% dan 1%. Saat ini baik pihak penjual dan pembeli DIRE dikenakan PPh 5% dan BPHTB sebesar 5%. Rencana penurunan tarif tersebut hanya berlaku untuk DIRE, sedangkan jual beli properti dalam bentuk lainnya tetap dikenakan PPh dan BPHTB masing-masing sebesar 5%. Karena pengenaan BPHTB diatur oleh peraturan daerah maka besaran BPHTB tiap daerah mungkin berbeda-beda. Pemprov DKI Jakarta telah menyatakan kesediaan mengurangi tarif BPHTB menjadi 1%.
LPCK - Kinerja FY 2015
PT Lippo Cikarang (LPCK) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 8%Yoy menjadi Rp 910.57 Miliar tahun lalu Vs Rp 845.97 Miliar pada 2014 lalu. Naiknya kinerja didukukng oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 18%Yoy menjadi Rp 2.1 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat naik 8% menjadi Rp 914.51 MIliar pada 2015 lalu.
RALS - Target Penjualan
PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 7%-8% tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 8 Triliun. Pertumbuhan diharapkan didorong atas ekspektasi perbaikan ekonomi dan berjalanya kerjasama strategis dengan Spar International untuk mengembangkan supermarket. Tahun ini perseroan berencana melakukan konversi atas 25 gerai supermarket menjadi Spar, lebih banyak dari realisasi tahun lalu sebanyak 15 toko. Saat ini RALS tercatat memiliki 101 gerai supermarket dari total 113 gerai yang dikuasai Ramayana. Perseroan berencana melakukan konversi atas semua gerai supermarket menjadi Spar. Perubahan tersebut telah memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kontribusi penjualan fresh product menjadi 30% dari semula 6% terhadap total penjualan perseroan tahun lalu.
TINS - Kerjasama dengan Batan
PT Timah (TINS) akan mulai membangun pabrik pengolahan mineral tanah jarang (rare earth minerals) dengan skala industri di Muntok (Bangka Barat) pada pertengahan tahun ini. TINS akan menjalin kerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan BUMN lain dalam membangun pabrik rare earth. Manajemen TINS masih belum mau mengungkapkan nilai investasi pabrik maupun kapasitas produksi terpasang namun manajemen memperkirakan pabrik tersebut mampu memproduksi sekitar 500 ton rare earth per tahun. Proyek ini ditargetkan beroperasi pada tahun 2018 dan produksi pabrik ini akan dipasarkan ke luar negeri. Sebelumnya, TINS telah membangun pabrik rare earth berkapasitas 1,500 kg per tahun dengan investasi Rp 40 Miliar.
WTON - Kinerja FY 2015
PT Wika Beton (WTON) membukukan penurunan laba bersih 2015 sebesar 47.3%Yoy menjadi Rp 173.88 Miliar Vs Rp 329.81 Miliar pada 2014 lalu. Turunnya kinerja dipicu turunnya pendapatan sebesar 19%Yoy menjadi Rp 2.65 Triliun tahun lalu. Laba operasi WTON tercatat turun 41.9%Yoy menjadi Rp 238.43 Miliar tahun lalu.