Daily News 08/03

March 08, 2016 No. 1199
BTPN - Kinerja FY 2015

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) membukukan penurunan laba bersih FY 2015 sebesar 9%Yoy menjadi Rp 1.7 Triliun Vs Rp 1.87 Triliun pada 2014 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat naik 9.3%Yoy menjadi Rp 7.69 Triliun tahun lalu. Naiknya beban operasi menekan kinerja laba operasi yang turun 3.8%Yoy menjadi Rp 2.46 Triliun. Pada akhir 2015 lalu posisi CAR tercatat sebesar 23.79% (23.2% pada 2014) dengan NPL Gross 0.7% (sama dengan FY 2014), ROE 14.11% (18.57% pada 2014), dan LDR 97.2% (97.48% pada 2014). Pada akhir tahun lalu NIM tercatat sebesar 11.27%.
PPRO - Proyek CBD Bandung
PT PP Properti (PPRO) tengah menandatangani MoU terkait pembentukan perusahaan patungan dengan perusahaan properti di Bandung untuk mengerjakan proyek central business district (CBD) diatas lahan seluas 20 Ha di Bandung. PPRO akan memiliki 51% saham perusahaan patungan tersebut dan sisanya dimiliki mitra usaha. Proyek tersebut masih dalam tahap desain. Untuk tahap awal PPRO akan membangun apartemen kelas menengah dengan harga sekitar Rp 400 Juta.
TINS - Kinerja FY 2015
PT Timah (TINS) membukukan penurunan laba bersih sebesar 84.9% menjadi Rp 101.5 Miliar tahun lalu Vs Rp 673 Miliar pada 2014. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan pendapatan usaha sebesar 9.3% menjadi Rp 6.8 Triliun tahun lalu. Pendapatan perseroan berasal dari penjualan logam timah dan tin solder sebesar Rp 6.5 Triliun dan sisanya berasal dari tin chemical dan batu bara masing-masing sebesar Rp 130.5 Miliar dan Rp 126.7 Miliar.
WIKA - Kontrak baru
PT Wijaya Karya (WIKA) memperoleh kontrak baru hingga pekan kedua maret 2016 sebesar Rp 1.33 Triliun atau 2.5% dari target kontrak baru tahun ini sebesar Rp 52.26 Triliun. Beberapa proyek yang telah diperoleh hingga pekan kedua maret 2016 antara lain, jaringan gas Prabumulih senilai Rp 296 Miliar dan proyek strategis Kementerian ESDM senilai Rp 207.33 Miliar. Proyek strategis ini terdiri dari SPBG, fasilitas penerangan jalan umum, tanki bahan bakar nabati, dan pembangunan pembangkit listrik mini hydro di Papua. Disamping proyek infrastruktur perseroan juga mempersiapkan diri pada proyek di bidang minyak dan gas, bangunan gedung, serta pembangkit listri. Tahun WIKA menargetkan total kontrak baru sebesar Rp 86 Triliun yang terdiri dari Kontrak baru sebesar Rp 52.26 Triliun dan carry over 2015 Rp 33.74 Triliun.
WTON - Treasury stock
PT Wijaya Karya Beton (WTON) akan melepas saham simpanan (treasury stock) sebanyak 337,15 juta (4.3%) saham simpanan dengan target perolehan dana sebesar Rp 450 Miliar- Rp 500 Miliar. Treasury stock akan dijual pada kisaran harga Rp 1,200 hingga Rp 1,250 per lembar saham. Batas waktu pelepasan treasury stock ditetapkan pada November 2016. Sebelumnya perseroan memperoleh treasury stock pada 2013 atau sebelum perseroan menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham. Hasil dari penjualan treasury akan dialokasikan untuk ekspansi. WTON mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sebesar Rp 425 Miliar.