Daily News 10/03

March 10, 2016 No. 1200
Cement Sector - Kinerja penjualan 2M 2016

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mengungkapkan penjualan semen nasional bulan Februari sebesar 4.45 juta ton, turun dari 5.14 juta ton terjual pada bulan Januari lalu. Penurunan kinerja penjualan bulanan diakibatkan oleh pendeknya hari kerja pada bulan Februari serta tingginya curah hujan bulan lalu. Namun demikian penjualan semen nasional pada 2M 2016 naik 4.5%Yoy menjadi 9.6 juta ton, didukung oleh realisasi proyek infrastruktur Pemerintah. ASI memperkirakan permintaan semen tahun ini naik sekitar 4% hingga 5%. ASI juga memperkirakan kapasitas terpasang industri semen lebih tinggi dari permintaan yang diperkirakan hanya mencapai 65 juta ton. Terdapat 4 pabrik baru yang beroperasi dalam satu tahun terakhir, menambah kapasitas produksi total sebesar 14 juta ton per tahun.
BKSL- Target penjualan rumah
PT sentul City (BKSL) menargetkan penjualan rumah tapak sebesar Rp 750 Miliar atau 50% dari target penjualan pemasaran unit properti perseroan tahun ini sebesar Rp 1.5 Triliun. Untuk mencapai target tersebut perseroan akan meluncurkan lima klaster perumahan pada 2H 2016. Selain klaster baru penjualan landed house juga akan ditopang oleh klaster mountain spring yang dirilis pada Februari tahun lalu dengan harga sekitar Rp 1 Miliar per unit. Selain itu BKSJ juga berencana meluncurkan beberapa menara apartemen yang ditargetkan dapat memberi kontribusi sebesar 50% dari target marketing sales.
LINK - Rencana buy back
PT Link Net (LINK) mengalokasikan dana sebesar Rp 1.5 Triliun untuk membeli kembali (buy back) saham beredar. LINK akan membeli kembali sahamnya maksimal sebesar 304.26 juta lembar saham atau 10% dari modal disetor perusahaan. Rencana periode buy back saham ini dilakukan paling lama 18 bulan setelah perseroan memperoleh persetujuan RUPST, yakni 15 April 2016 hingga 15 Oktober 2017. Dalam buy back tersebut, LINK membatasi harga maksimal buy back sebesar Rp 5,000 per lembar saham.
PTPP- Kinerja FY 2015
PT Pembangunan Perumahan (PTPP) membukukan kenaikan laba bersih 2015 sebesar 39%Yoy menjadi Rp 740.32 Miliar Vs Rp 533.4 Miliar pada 2014 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 14%Yoy menjadi Rp 14.21 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat naik 26%Yoy menjadi Rp 1.59 Triliun.