Daily News 14/03

March 14, 2016 No. 1202
ADHI - Kontrak baru 2M 2016

PT Adhi Karya (ADHI) membukukan kontrak baru senilai Rp 1.7 Triliun pada 2M 2016 atau tumbuh 25.5%Yoy dibandingkan Rp 1.3 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Nilai kontrak baru tersebut setara 6.7% dari target kontrak baru 2016 senilai Rp 25.1 Triliun. Kontrak baru pada 2M 2016 didominasi oleh proyek swasta dengan kontribusi sebesar 51.5% atau Rp 875.5 Miliar. Proyek pemerintah berkontribusi 25.3% dan proyek BUMN berkontribusi 23.2%.
DSNG - Buyback saham
PT Dharma Satya Nusantara (DSNG) akan melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan periode 8 Maret hingga 7 Juni 2016. DSNG akan membeli kembali maksimum 50 juta lembar saham. Untuk aksi korporasi ini, DSNG akan menggunakan laba ditahan sebagai sumber pendanaan. Sebelumnya pada 8 September 2015 hingga 31 Januari 2016, DSNG telah merealisasikan buyback senilai Rp 78.19 Miliar, sekitar 78.2% dari rencana awal Rp 100 Miliar. Jumlah saham yang dibeli kembali oleh manajemen sebanyak 128 juta lembar saham dengan harga rata-rata pembelian Rp 609.61 per lembar saham.
KAEF - Kinerja FY 2015
PT Kimia Farma (KAEF) membukukan penurunan laba bersih 3%yoy menjadi Rp 248.84 Miliar Vs Rp 255.93 MIliar pada 2014 kendati membukukan kenaikan penjualan sebesar 8% Yoy menjadi Rp 4.86 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat naik 1% Yoy menjadi Rp 374.27 Miliar pada 2015. Turunnya kinerja laba bersih diakibatkan oleh kenaikan beban keuangan sebesar 35% Yoy menjadi Rp 36.14 Miliar tahun lalu.
KIJA - Target 2016
Manajemen PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 3.4 Triliun tahun ini dimana Rp 1.4 Triliun diantaranya merupakan target marketing sales dan Rp 2 Triliun dari segmen pendapatan berulang (recurring income). Penjualan lahan industri dan properti di Cikarang ditargetkan mencapai Rp 1.15 Triliun dan lahan industri di Kendal ditargetkan mencapai Rp 250 Miliar. Naiknya proyeksi kinerja KIJA tahun ini didukung oleh paket stimulus Pemerintah dimana Cikarang Dry Port ditunjuk sebagai salah satu pusat logistik berikat (PLB), serta kawasan industri Jababeka juga ditunjuk menjadi lokasi program kemudahan investasi langsung konstruksi (KILK). KIJA menargetkan pendapatan dari dry port tahun ini naik 30% karena program PLB diharapkan meningkatkan volume ekspor-impor sebesar 50%.
WIKA- Kontrak baru
Hingga minggu kedua bulan Maret, PT Wijaya Karya (WIKA) telah membukukan kontrak baru senilai Rp 4.67 Triliun, sekitar 8.9% dari target perolehan kontrak baru tahun ini sebesar Rp 52.2 Triliun. Sekitar 31% dari nilai kontrak baru tersebut berasal dari anak perusahaan, PT Wika Gedung, sekitar Rp 1.45 Triliun. Wika Gedung menjalin kerjasama dengan Grup Puncak membangun beberapa proyek di Surabaya berupa pembangunan hotel, gedung perkantoran, Convention Hall, dan apartemen. Penandatangan kerjasama dilakukan pada 12 Maret lalu. Perolehan kontrak baru WIKA juga berasal dari proyek pembangunan jaringan gas Prabumulih senilai Rp 296 Miliar yang dikerjakan bersama dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) dan Nindya Karya (NK). Porsi WIKA dalam proyek tersebut sebesar 60%. WIKA juga menggarap beberapa proyek strategis Kementerian ESDM seperti proyek SPBG di Bekasi, fasilitas penerangan jalan umum, tank bahan bakar nabati, serta pembangunan pembangkit listrik mini hydro di Papua senilai total Rp 207.33 Miliar.