Daily News 15/03
March 15, 2016 No. 1203
AKRA - Kinerja FY 2015
PT AKR Corporindo (AKRA) membukukan kenaikan laba bersih 2015 sebesar 27.6%yoy menjadi Rp 1.03 Triliun Vs Rp 810 MIliar pada 2014 kendati membukukan penurunan penjualan sebesar 12% Yoy menjadi Rp 19.76 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat naik 26.9% Yoy menjadi Rp 1.35 Triliun tahun lalu. Manajemen menargetkan pendapatan tahun ini naik 12% hingga 15%. Tahun ini AKRA mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 500-700 Miliar yang berasal dari kas internal. Dana tersebut akan dialokasikan untuk membangun 20-25 unit SPBU tahun ini, lebih rendah dari target pembangunan 40 unit SPBU sebelumnya. AKRA juga menargetkan penjualan lahan kawasan industri Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) seluas 60 Ha tahun ini, lebih tinggi dari marketing sales tahun lalu seluas 27 Ha.
BSIM - Rencana rights issue
PT Bank Sinarmas (BSIM) berencana menerbitkan 1.09 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue. Dengan harga penawaran saham baru Rp 400 per lembar maka target perolehan dana mencapai Rp 439.7 Miliar. Rights issue akan disertai oleh penerbitan waran seri III sebesar 4.9 miliar lembar saham. BSIM menetapkan harga waran seri III senilai Rp 625 per saham sehingga BSIM dapat meraih dana Rp 2.74 Triliun. PT Sinar Mas Multiartha (SMMA) sebagai pengendali utama akan melaksanakan haknya dan menjadi pembeli siaga. Rights issue tersebut memiliki tingkat dilusi mencapai 7.14% dan maksimum 22.5% setelah pelaksanaan waran seri III. BSIM akan menggunakan 88.27% dana hasil rights issue untuk memenuhi kekurangan alokasi modal inti dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.
PTBA - Rencana ekspansi
PT Tambang Batubara Bukit Asam(PTBA) bersama Ignite Energy Resources Ltd menjajaki pembangunan pabrik komersial untuk konversi batubara berkalori rendah menjadi berkalori tinggi dengan nilai investasi diperkirakan mencapai US$ 180 Juta. Saat ini perseroan melalui anak usahanya PT Bukit Energi Investama masih dalam proses mengakusisi sebagian saham Ignite Energy. Pembangunan pabrik komersial batu bara akan dilaksanakan di Indonesia atau Australia tergantung keputusan Ignite Energy selaku pemegang saham terbesar. Sementara itu PTBA mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sebesarRp 3.8 Triliun.
PTPP - Kontrak baru 2M 2016
PT Pembangunan Perumahan (PTPP) membukukan kontrak baru senilai Rp 1.65 Triliun hingga akhir Februari 2016, naik 46%Yoy dibandingkan Rp 1.13 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Nilai kontrak baru tersebut setara 5.3% dari target kontrak baru 2016 senilai Rp 31 Triliun. Manajemen mengungkapkan penyerapan proyek tahun ini jauh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Penyerapan kontrak baru pada tahun sebelumnya biasanya baru didapatkan April atau Mei dan perolehan Januari-Februari biasanya rendah sekali. PTPP tengah mengikuti tender baik dari Pemerintah, BUMN, maupun swasta dimana sebagian besar tender merupakan proyek sumber daya air, jalan provinsi, dan jembatan.
ROTI - Target Penjualan
PT Nippon Indosari Corporindo (ROTI) menargetkan penjualan tahun ini sebesar Rp 2.6 Triliun, naik 20%Yoy. Perseroan mengharapkan target penjualan tahun ini dapat tercapai dengan meningkatnya volume penjualan, karena perseroan tidak menaikan harga tahun ini. Selain itu perseroan juga akan ekspansi ke Filipina dengan bekerjasama dengan Monde Nissin Corporation untuk mendirikan anak usaha baru untuk membangun pabrik roti. Perseroan mengharapakan pabrik tersebut mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2017.