Daily News 27/10

October 27, 2011 No. 122
ASRI - Rencana non-preemptive rights 

PT Alam Sutera Realty (ASRI) berencana menambah modal tanpa HMETD (non-preemptive rights) dengan menerbitkan saham baru sebanyak maksimal 10% yang akan dijual kepada investor strategis. ASRI menunggu persetujuan RUPSLB tanggal 25 November 2011 untuk melaksanakan rencana tersebut. Perseroan juga tetap berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 2 Triliun pada awal 2012. Saat ini perseroan menunggu hasil pemeringkatan untuk obligasi tersebut dari S&P dan Fitch Ratings.
MASA - Akuisisi saham oleh Northstar
Northstar Pacific Partners dikabarkan telah menyelesaikan proses transaksi pembelian 20% saham (1.22 miliar lembar saham) PT Multistrada Arah Sarana (MASA) senilai total Rp 691.56 Miliar (Rp 565 per lembar). Penyelesaian transaksi (crossing) saham akan dilakukan hari ini dengan menggunakan jasa PT Equator Securities (d/h PT Mahanusa Securities).
MTFN - Pendanaan ekspansi
PT Capitalinc Investment (MTFN) anak usaha dari Recapital Group sedang mencari dana senilai US$ 60 Juta yang akan digunakan untuk mengembangkan bisnis minyak dan gas. MTFN tidak akan menggunakan uang hasil penjualan seluruh saham PT Cimanggis Cibitung Tollway kepada PT Bakrie & Brothers (BNBR) senilai Rp 20 Miliar untuk pengembangan bisnis tersebut karena akan digunakan untuk pelunasan hutang perseroan
PGAS - Kinerja 9M 2011
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) membukukan penurunan laba bersih 9M 2011 sebesar 4%Yoy menjadi Rp 4.51 Triliun dari Rp 4.69 Triliun pada 9M 2010 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan tipis atas pendapatan bersih 9M 2011 menjadi Rp 14.2 Triliun Vs Rp 14.58 Triliun pada 9M 2010. Volume distribusi pasokan gas Grissik - Duri mengalami penurunan karena pengalihan keperluan produksi minyak oleh pemerintah sejak 2010 yang masih mempengaruhi kinerja PGAS hingga pertengahan 2011. Bisnis transmisi tercatat menyalurkan gas sebesar 844 MMSCFD pada 9M 2011 sedangkan bisnis distribusi tercatat menyalurkan gas sebanyak 785 MMSCFD.
RODA - Rencana akusisi
PT Royal Oak Development Asia (RODA) yang akan berubah nama menjadi PT Pikko Land akan mengakusisi 2-3 perusahaan pengembang (developer) senilai Rp 500 Miliar pada akhir tahun ini. Sumber pendanaan berasal dari hutang bank dan pemegang saham serta divestasi anak usaha. RODA sebelumnya telah mengakuisisi 7 developer senilai Rp 512 Miliar. Perseroan mengalokasikan capex senilai Rp 500 Miliar ? Rp 1 Triliun yang akan digunakan untuk pengembangan proyek yang sudah ada. Sementara itu Pikko Land Corporation, pemegang saham utama, tengah melaksanakan tender offer 31.9% saham publik sebagai akibat dari akuisisi 68.1% saham RODA. Tender offer dilaksanakan pada harga Rp 225 per saham dari 13 Oktober sampai 11 November 2011.