Daily News 11/04

April 11, 2016 No. 1221
DSNG - Pinjaman bank

PT Dharma Satya Nusantara (DSNG) berhasil mendapat pinjaman senilai total Rp 728 Miliar dari PT Bank Central Asia (BBCA) yang akan dialokasikan untuk pemeliharan kebun dan modal kerja. Pinjaman tersebut memiliki tenor 10 tahun. Pada akhir tahun lalu DSNG tercatat memiliki total utang bank jangka pendek senilai Rp 936.6 Miliar dan utang bank jangka panjang senilai Rp 2.94 Triliun. DSNG membukukan penurunan penjualan sebesar 9.6%Yoy menjadi Rp 4.43 Triliun tahun lalu.
MDKA - Pinjaman sindikasi
PT Merdeka Cooper Gold (MDKA), melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo, memperolah pinjaman senilai US$ 130 Juta. Bertindak sebagai kreditur sindikasi adalah BNP Paribas Cabang Singapura, HSBC Ltd Cabang Jakarta, dan Societe Generale Asia Ltd cabang Hongkong. Dana pinjaman akan digunakan untuk mendanai proyek mineral emas dan perak wilayah Tujuh Bukit, Bayuwangi (Jawa Tengah).
PGAS - Belanja modal
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar US$ 500 Juta, sama dengan realisasi belanja modal tahun lalu. Dana belanja modal akan dialokasikan untuk ekspansi bisnis upstream dan downstream, serta pemeliharaan infrastruktur gas. Selain itu perseroan juga berencana melakukan sinergi dengan BUMN lain untuk menyalurkan gas bumi ke lokasi-lokasi pembangkit listrik, salah satunya pembangkit listrik Muara Tawar.
TPIA - Peringkat utang
Moody's Investor Service (Moody's) meningkatkan peringkat utang PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) dari B2 menjadi B1 seiring potensi perbaikan arus kas perusahaan dalam dua tahun kedepan yang cenderung positif. TPIA telah menyelesaikan ekspansi kapasitas produksi naphtha cracker serta pembangunan pabrik butadiene baru. Dengan demikian arus kas yang dihasilkan dari ekspansi tersebut dapat digunakan untuk menurunkan porsi utang. Belanja modal tahun lalu TPIA mencapai US$ 380 Juta yang dialokasikan untuk ekspansi pabrik. Tahun ini TPIA hanya mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 20 Juta.