Daily News 12/04

April 12, 2016 No. 1222
AALI - Belanja modal

PT Astra Agro Lestari (AALI) mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sebesar Rp 2.5 Triliun, turun dibandingkan realisasi belanja modal tahun lalu sebesar Rp 2.6 Triliun. Sekitar 30%-40% dana belanja modal akan digunakan untuk ekspansi tanaman sawit, 30%-40% untuk sarana infrastruktur, dan sisanya 20% untuk mendukung rencana pengembangan pabrik. Sumber dana belanja modal akan berasl dari kas internal dan pinjaman bank.
PTBA - Rencana penutupan tambang Ombilin
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) berencana menutup operasional tambang batubara Ombilin di Sawahlunto (Sumatera Barat) karena tingginya beban operasional tambang yang tidak dapat ditutup oleh harga batubara saat ini sehingga memicu kerugian. Tambang batubara Ombilin mulai beroperasi sejak 1876 dengan luas 2,950 Ha. Tahun lalu tambang Ombilin memproduksi 21,119 ton batubara, naik dibandingkan produksi 2014 sebanyak 9,077 ton. PTBA mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 3.8 Triliun.
SMBR - Faslitas pinjaman
PT Semen Baturaja (SMBR) memperoleh pinjaman sebesar Rp 1.5 Triliun dari PT Bank Negara Indonesia (BBNI). Fasilitas pinjaman tersbut akan digunakan untuk pembangunan pabrik Baturaja II yang diperkirakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.85 juta ton dengan total investasi sekitar Rp 3.3 Triliun. Pabrik Baturaja II ditargetkan beroperasi pada 2H 2017. Pabrik baru tersebut diproyeksikan dmeningkatkan kapasitas produksi perseroan menjadi 3.85 juta ton dari kapasitas produksi saat ini sebanyak 2 juta ton per tahun. Manajemen mengklaim penjualan semen SMBR naik 5%Yoy pada 1Q 2016. Tahun ini SMBR menargetkan penjualan sebanyak 1.75 juta ton Vs realisasi 2015 sebanyak 1.54 juta ton.
WIKA- Belanja modal
PT Wijaya Karya (WIKA) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 6.9 Triliun, turun dari rencana semula sebesar Rp 10.6 Triliun. Sebagian besar dana belanja modal dialokasikan untuk membiyai proyek pembangkit listrik dan proyek kereta api cepat (high speed rail - HSR). Dana belanja modal berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Selain itu perseroan mengincar 15% proyek pembangkit listrik proyek Jawa V berkapasitas 2x1,000 MW, 40% di proyek PLTU Meulaboh Aceh berkapasitas 2x200 MW, dan 20% proyek PLTU Manado berkapasitas 2x50 MW.