Daily News 29/04
April 29, 2016 No. 1235
AKRA - Rencana ekspansi
PT AKR Corporindo (AKRA) memiliki sejumlah ekspansi untuk meningkatkan pertumbuhan. Ekspansi terutama pada proyek kawasan industri dan distribusi bahan bakar minyak (BBM). AKRA menyiapkan investasi sekitar Rp 600 Miliar untuk ekspansi ini. AKRA akan menambah 20-25 stasisun pengisian bahan bakar di sejumlah wilayah tahun ini. AKRA tercatat memiliki 129 stasiun pengisian bahan bakar. Di bisnis distribusi, AKRA telah memperoleh alokasi kuota 300,000 kiloliter dari BPH Migas dan akan mulai menjual produk RON 92 pada tahun ini. Di proyek Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE), AKRA akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas total 523 megawatt.
BBRI - Kinerja 1Q 2016
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2016 sebesar 0.6% Yoy menjadi Rp 6.14 Triliun Vs Rp 6.10 Triliun pada 1Q 2015 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat nailk 17%Yoy menjadi Rp 15.8 Triliun. Posisi CAR tercatat sebesar 19.49% pada 1Q 2016 (20.08% pada 1Q 2015), NPL Gross tercatat sebesar 2.22% (2.17% pada 1Q 2015), ROE 26.55% (29.84% pada 1Q 2015), dan LDR 88.81% (80.47% pada 1Q 2015).
ELSA - Diversifikasi bisnis
PT Elnusa (ELSA) akan fokus melakukan diversifikasi bisnis pada tahun ini dengan mencoba masuk bisnis pembangkit listrik dan bisnis jasa survei seismik. ELSA akan memanfaatkan gas buang atau flare dari kontraktor migas untuk bahan bakar pembangkit listrik. Selain itu, untuk memperkuat bisnis seismik maka ELSA juga sudah membeli kapal seismik baru yang akan dioperasikan pada 3Q 2016.
ICBP - Kinerja 1Q 2016
PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2016 sebesar 18.6% Yoy menjadi Rp 944.8 Miliar Vs Rp 796.8 Miliar pada 1Q 2015. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 12%Yoy menjadi Rp 8.92 Triliun. Laba operasi ICBP naik 31.9%Yoy menjadi Rp 1.33 Triliun pada 1Q 2016.
INDF - Kinerja 1Q 2016
PT Indofood Sukses Makmur (INDF) membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2016 sebesar 24.8% Yoy menjadi Rp 1.08 Triliun Vs Rp 870 Miliar pada 1Q 2015. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 9.9%Yoy menjadi Rp 16.51 Triliun. Laba operasi INDF naik 7.4%Yoy menjadi Rp 1.88 Triliun pada 1Q 2016. Kinerja laba bersih dipicu oleh penurunan beban keuangan sebesar 46.8%Yoy menjadi Rp 408.1 Miliar pada 1Q 2016.
WIKA - Rencana rights issue
PT Wijaya Karya (WIKA) berencana rights issue dan akan mengusulkan kepada Kementerian BUMN untuk melakukan rights issue dengan target perolehan dana sekitar Rp 2 Triliun. Manajemen WIKA mengungkapkan penguatan modal diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah. WIKA akan segera meminta izin kepada pemegang saham mayoritas terkait rencana rights issue dengan tingat dilusi sekitar 9%-10%. Sebelumnya WIKA telah mengajukan PMN sebesar Rp 4 Triliun pada tahun ini. Tapi, pembahasan pemberian PMN masih tertunda dan akan dibahas kembali dalam APBNP 2016. Saat ini, Pemerintah memiliki 65.05% saham WIKA dan apabila rencana rights issue disetujui maka porsi kepemilikan pemerintah turun menjadi sekitar 55% saham.