Daily News 02/05

May 02, 2016 No. 1236
NISP - Emisi obligasi

PT Bank OCBC NISP (NISP) telah mendapat pernyataan efektif OJK terkait rencana emisi obligasi berkelanjutan II senilai total Rp 8 Triliun dimana untuk tahap pertama akan diterbitkan obligasi senilai Rp 2 Triliun yang terdiri dari 3 seri. Obligasi Seri A senilai Rp 803 Miliar dengan tenor 1 tahun menawarkan kupon 7.5%, Seri B senilai Rp 380 Miliar dengan tenor 2 tahun menawarkan kupon 8%, dan Seri C senilai Rp 753 Miliar dengan tenor 3 tahun menawarkan kupon 8.25%. Pefindo memberi peringkat idAAA terhadap rencana emisi obligasi NISP. Masa penawaran berlangsung 3-4 Mei untuk dicatatkan di BEI pada 12 Mei 2016.
PGAS - Pasokan untuk Krakatau Steel
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) berhasil memenangkan tender pengadaan pasokan gas untuk kebutuhan produksi PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) di Cilegon (Banten), anak perusahaan PT Krakatau Steel (KRAS). Pasokan gas akan dimulai pada 1 Februari 2017.
PTPP - Kinerja 1Q 2016
PT Pembangunan Perumahan (PTPP) membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2016 sebesar 4.9%Yoy menjadi Rp 98.17 Miliar Vs Rp 93.53 Miliar pada 1Q 2015. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 30.6%Yoy menjadi Rp 2.59 Triliun pada 1Q 2016. Laba operasi tercatat naik 33.1%Yoy menjadi Rp 255.28 Miliar pada 1Q 2016. PTPP berencana mencari pendanaan eksternal senilai Rp 11 Triliun tahun ini yang akan dialokasikan untuk ekspansi dan mendukung proyek. PTPP berharap mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) untuk memperbesar ekspansi terutama di proyek-proyek infrastruktur. Berbeda dengan emiten BUMN lain, PTPP tidak berencana melakukan rights issue jika tidak menerima PMN. PTPP telah meraih kontrak baru senilai Rp 4.98 Triliun pada 4M 2016, 16.1% dari target tahun ini senilai Rp 31 Triliun.
SMGR - Kinerja 1Q 2016
PT Semen Indonesia (SMGR) membukukan penurunan laba bersih 1Q 2016 sebesar 13.16%Yoy menjadi Rp 1.03 Triliun Vs Rp 1.19 Triliun pada 1Q 2015. Pendapatan SMGR turun 5.05%Yoy menjadi Rp 6.02 Triliun pada 1Q 2016. Penurunan kinerja disebabkan oleh kenaikan beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban keuangan.
TOWR & EXCL - Akuisisi menara
PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) tengah memfinalisasi pinjaman senilai Rp 3 Triliun dari tiga bank untuk mendanai pembelian 2,500 menara telekomunikasi PT XL Axiata (EXCL). Transaksi pembelian menara senilai Rp 3.56 Triliun ditargetkan selesai sebelum Juni 2016. Tiga bank yang terdiri dari dua bank asing dan satu bank lokal dimana TOWR juga menyiapkan Rp 560 Miliar dari kas internal untuk mendanai pembelian menara. Setelah transaksi, jumlah menara TOWR akan menjadi 14,500 dan jumlah tenant menjadi 24,500. Sementara itu, TOWR akan meminta persetujuan RUPSLB terkait penambahan modal tanpa HMETD melalui mekanisme private placement dengan menerbitkan maksimal 1.02 miliar lembar saham baru (10% saham).