Daily News 01/11
November 01, 2011 No. 125
IPO - PT Atlas Resources
PT Atlas Resources (AR) telah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK, dengan demikian masa penawaran saham akan dimulai pada 1-2 November dengan penjatahan pada 7 November dan listing pada 8 November 2011. AR akan menjual 650 juta lembar saham (21.67% saham) pada harga Rp 1,500 per lembar. PT Indo Premier Securities dan PT UBS Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yang ditugaskan untuk menjual 4.36% saham tambahan dalam hal terjadi kelebihan permintaan. Penjamin emisi juga akan melakukan pembelian saham di pasar untuk menjaga harga pasar selama 30 hari kalender sejak tanggal pencatatan.
Bakrie Group - Kabar kesepakatan dengan Renaissance
Bakrie Group dikabarkan segera mengumumkan rencana kesepakatan dengan PT Renaissance Capital (RC) untuk membeli sebagian saham PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals (BRMS). Dikabarkan bahwa dana hasil penjualan saham kepada RC akan digunakan untuk menghindari gagal bayar atas hutang senilai US$ 1.34 Miliar setelah negosiasi dengan Glencore dikabarkan gagal.
ENRG - Kinerja 9M 2011
PT Energi Mega Persada (ENRG) mencatat kenaikan penjualan pada 9M 2011 sebesar 59% menjadi Rp 1.3 Triliun yang didukung oleh kenaikan harga penjualan minyak dan gas serta produksi yang ditopang dari Blok Kangean (Jawa Timur) dan Blok Bentu (Riau). EBITDA perseroan naik 203%Yoy menjadi Rp 565 Miliar dan laba bersih perseroan menjadi Rp 48 Miliar dari yang sebelumnya rugi Rp 150 Miliar.
INCO - Kinerja 9M 2011
PT International Nickel Indonesia (INCO) membukukan penurunan laba bersih 9M 2011 sebesar 2.6%Yoy menjadi US$ 319.86 Juta Vs US$ 328.49 Juta pada 9M 2010 lalu. Pendapatan tercatat naik 6.2%Yoy menjadi US$ 1 Miliar Vs US$ 947.09 Juta pada 9M 2010 lalu dengan laba operasi mencatat kenaikan 0.9%Yoy menjadi US$ 446.19 Juta pada 9M 2011. Produksi nickel in matte tercatat turun 8.3%Yoy menjadi 53,173 ton dengan volume penjualan mengalami penurunan 12.8%Yoy menjadi 51,211 ton pada 9M 2011. Kenaikan rata-rata harga jual nickel in matte sebesar 19.9%Yoy menjadi US$ 19,323 per ton membuat INCO mencatat kenaikan pendapatan sebesar 6.2%Yoy.
TINS - Kinerja 9M 2011
PT Timah (TINS) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 85.5%Yoy menjadi Rp 859.82 Miliar yang didukung oleh pendapatan bersih perseroan yang meningkat 21.6%Yoy menjadi Rp 6.82 Triliun. Pendapatan TINS terdiri dari penjualan logam timah yang naik sebesar 30.1%Yoy menjadi Rp 6.3 Triliun, penjualan tin chemical Rp 53.11 Miliar, serta penjualan batubara senilai Rp 440.24 Miliar.