Daily News 07/11

November 07, 2011 No. 129
BNII - Rencana emisi obligasi

PT Bank Internasional Indonesia (BNII) berencana menerbitkan obligasi senilai total Rp 4 Triliun yang akan terdiri dari 2 seri. BNII juga berencana menerbitkan obligasi subordinasi senilai total Rp 500 Miliar. Seri A akan memiliki masa jatuh tempo 3 tahun dan Seri B akan memiliki masa jatuh tempo 5 tahun. Seluruh dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk mendukung penyaluran kredit pada segmen SME, commercial, consumer, dan corporate. Atas rencana emisi obligasi, Pefindo memberikan peringkat AA+ sedangkan Fitch memberikan peringkat AAA. Untuk penerbitan obligasi subordinasi, Pefindo dan Fitch sama-sama memberikan peringkat AA. Manajemen memperkirakan mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 2 Desember 2011.
BRAU - Belanja modal
Berau Coal, anak perusahaan PT Berau Coal Energy (BRAU), mengalokasikan dana belanja modal senilai US$ 146 Juta untuk mendukung target produksi 23 juta ton batubara per tahun dari target produksi tahun ini sebesar 20.3 juta ton. Produksi BRAU telah mencapai 9 juta ton pada 1H 2011. Dana belanja modal akan berasal dari dana kas internal.
BSDE - Kinerja 9M 2011
PT Bumi Serpong Damai (BSDE) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 155% pada 9M 2011 menjadi Rp 619.95 Miliar. Laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan perseroan yang meningkat 22% menjadi Rp 2.08 Triliun dari Rp 1.7 Triliun. Sementara itu perseroan mencatat marketing sales sampai 9M 2011 senilai Rp 2.5 Triliun dari Rp 3.4 Triliun FY 2011. Segmen development memberikan kontribusi terhadap pendapatan BSDE sebesar 52% sedangkan sisanya dari segmen recurring income.
CTRA - Transaksi tukar guling saham
PT Ciputra Development (CTRA) dan anak perusahaannya melakukan transaksi tukar-menukar saham dengan International City Development Pte Ltd (ICD), perusahaan yang berbasis di Singapura dan termasuk pihak yang terafiliasi dengan perusahaan. Tukar saham akan dilakukan dengan melepas 33.25% kepemilikan atas proyek di Shenyang (China) dengan 7.43% kepemilikan atas ICD. ICD merupakan anak perusahaan dibawah Ciputra Group yang membawahi proyek di Vietnam dan Kamboja.
JSMR - Proyek tol Bawen-Solo
PT Jasa Marga (JSMR) menyatakan kesiapan untuk mendanai pembangunan tahap II ruas tol Bawen-Solo (50 Km) senilai Rp 1.9 Triliun. Ruas tol tersebut merupakan bagian dari dari ruas tol Semarang-Solo. Pemerintah akan meresmikan tahap I ruas tol tersebut : Semarang-Bawen (25.5 Km) pada 12 November. Ruas tol Semarang-Solo termasuk dalam 8 proyek Masterpan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).