Daily News 08/11

November 08, 2011 No. 130
BORN - Rencana buyback saham

PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN) berencana melakukan buyback saham di pasar sebanyak maksimal 221.15 juta lembar saham (5% dari saham beredar) karena penurunan harga saham dinilai tidak mencerminkan kinerja perusahaan. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB pada 15 Desember 2011.
BUMI - Tunda program percepatan pembayaran utang
PT Bumi Resources (BUMI) menunda program percepatan pembayaran utang kepada China Investment Corporation (CIC) senilai US$ 600 Juta yang sedianya dibayarkan pada akhir Oktober lalu. Jadwal pembayaran tersebut adalah 2 tahun lebih cepat dari jadwal semula pada Oktober 2013. Menurut rencana awal, BUMI akan menggunakan pinjaman talangan untuk melakukan pembayaran. Rencana percepatan hutang ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. BUMI tercatat memiliki total hutang senilai US$ 1.9 Miliar kepada CIC.
DSSA - Penjualan saham Golden Energy Mines
PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjual 18% saham (1.05 miliar lembar saham) anak perusahaan, PT Golden Energy Mines (GEM), kepada GMR Singapura sengan harga Rp 2,500 per lembar saham senilai total Rp 2.63 Triliun. GMR Singapura merupakan anak perusahaan GMR Energy Ltd (India).
GPRA - Tunda rencana rights issue
Manajemen PT Perdana Gapuraprima (GPRA) mengumumkan penundaan rencana rights issue karena kondisi pasar yang tidak kondusif. Awalnya rencana rights issue akan menunggu persetujuan RUPSLB 25 November mendatang dengan target perolehan dana mencapai Rp 700 Miliar yang akan digunakan untuk mengakuisisi 5 pusat perbelanjaan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Solo, dan Bandung.
INCO - Kinerja 3Q 2011
PT International Nickel Indonesia (INCO) mencatat penurunan laba bersih sebesar 3% menjadi senilai US$ 319.9 Juta pada 9M 2011. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan volume penjualan sebesar 20.85% pada 3Q 2011 menjadi 16,084 MT yang disebabkan oleh penurunan volume produksi sebesar 3% menjadi 18,073 MT serta penundaan jadwal pengapalan dan penghentian pabrik furnace 2. Pada 3Q 2011, laba bersih INCO turun 35% menjadi US$ 82 Juta.