Daily News 10/11

November 10, 2011 No. 132
IPO - PT Visi Media Asia 

Bapepam-LK telah memberikan pernyataan efektif terhadap rencana IPO PT Visi Media Asia (VMA). Dengan demikian masa penawaran berlangsung pada 11-15 November 2011 dengan tanggal penjatahan pada 17 November dan listing pada 21 November. VMA akan menjual 1.67 miliar lembar saham baru (10.78% saham) pada harga Rp 300 per lembar saham. Dengan demikian target perolehan dana IPO mencapai Rp 500.1 Miliar. PT Ciptadana Sekuritas dan PT Danatama Makmur bertindak sebagai penjamin emisi IPO. Perbaikan prospektus yang dipublikasikan hari ini tidak mencantumkan rencana penggunaan dana hasil IPO untuk perusahaan.
AUTO - Investasi pabrik ban bersama Pirelli
PT Astra Otoparts (AUTO) akan bekerja sama dengan Pirelli untuk membangun pabrik ban sepeda motor senilai US$ 90 Juta. Pirelli merupakan produsen ban dari Italia, akan memiliki 60% saham dalam perusahaan patungan tersebut dan sisanya akan dimiliki oleh AUTO. Pembangunan konstruksi pabrik akan dimulai pada 2012 yang diperkirakan selesai dalam 3 tahun. Pada tahun 2016, pabrik tersebut ditargetkan mencapai kapasitas puncak dengan produksi 7 juta ban per tahun. Saat ini AUTO memiliki produk ban sepeda motor merek Aspira dengan kapasitas produksi 2 juta ban per tahun.
GEMS - Belanja modal 2012
PT Golden Energy Mines (GEMS) yang akan listing pada 17 November 2011, mengalokasikan belanja modal (capex) 2012 senilai US$ 150-250 Juta yang akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur. GEMS berencana meningkatkan kapasitas produksi batubara menjadi 10 juta ton pada 2012, sedangkan tahun ini GEMS menargetkan produksi 5 juta ton. Perseroan berencana mengakuisisi 2 area tambang batubara di daerah Kalimatan dan Sumatera dengan total cadangan sebesar 20-100 juta ton. Saat ini perseraoan memiliki 1.93 miliar ton sumber daya batubara dan cadangan sebesar 849 juta ton.
JAWA - Rencana akuisisi lahan
PT JA Watie (JAWA) akan mengakuisisi lahan seluas 8,000 Ha tahun depan yang akan dijadikan kebun karet (4,500 Ha) dan kebun sawit (3,500 Ha). JAWA menargetkan memiliki 200,000 Ha lahan pada 5 tahun ke depan dan sampai akhir tahun ini total lahan diproyeksi mencapai 68,000 Ha.
TBLA - Non-preemptive rights
RUPSLB PT Tunas Baru Lampung (TBLA) menyetujui rencana penerbitan 200 juta lembar (4.05% saham) saham baru tanpa HMETD (non-preemptive rights). Keseluruhan saham baru akan dibeli oleh UOB Kay Hian Pte Ltd. sebagai kelanjutan dari konversi utang senilai US$ 10 Juta. Utang tersebut berasal dari rugi transaksi derivatif terhadap Citibank NA pada 2008 lalu. Pada 28 Juli 2011, Citibank mengalihkan hak tagih tersebut kepada UOB Kay Hian. Harga eksekusi non-preemptive rights belum ditentukan.