Daily News 09/11
November 09, 2011 No. 131
ADRO & PTBA - Somasi sengketa lahan
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) mengajukan peringatan terbuka (somasi) terhadap PT Adaro Energy (ADRO) terkait transaksi pembelian saham PT Mustika Indah Permai (MIP). Hal tersebut berkaitan dengan kasus sengketa areal konsesi pertambangan dimana PTBA mengklaim masih memiliki hak untuk meningkatkan KP Eksplorasi seluas 26,760 Ha menjadi KP Eksploitasi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Pemprov Sumatera Selatan memberikan hak eksploitasi kepada beberapa perusahaan lainnya termasuk MIP, yang kemudian diakuisisi oleh ADRO. Kasus sengketa lahan masih dalam proses Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung RI.
AMFG - Kapasitas produksi
PT Ahasimas Flat Glass (AMFG) berencana meningkatkan kapasitas produksi dari 3.4 juta m² per tahun (kaca untuk 800,000 unit mobil) menjadi 4.25 juta m², setara dengan kaca untuk 1 juta unit mobil. AMFG membutuhkan US$ 10 Juta untuk rencana ekspansi tersebut dan sumber pendanaan dari kas internal. Tahun ini perseroan menargetkan penjulan sama dengan tahun sebelumnya karena krisis global dan banjir di Thailand.
ANTM - Rencana emisi obligasi
PT Aneka Tambang (ANTM) berencana menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga tetap senilai total Rp 4 Triliun. Untuk tahap I, ANTM akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1.5 Triliun yang terdiri dari 2 seri. Obligasi Seri A memiliki masa jatuh tempo selama 7 tahun sedangkan obligasi Seri B memiliki masa jatuh tempo selama 10 tahun. Masa penawaran awal akan berlangsung pada 10-24 November 2011 dengan perkiraan tanggal efektif pada 2 Desember. Pefindo member peringkat AA dengan outlook stabil terhadap rencana emisi obligasi ANTM. Sekitar 70% dana hasil emisi obligasi tahap I akan dialokasikan untuk belanja modal, modernisasi pabrik Feronickel, pembukaan tambang baru, dan 30% sisanya akan dialokasikan untuk modal kerja.
BUMI - Percepatan pembayaran hutang
Manajemen PT Bumi Resources (BUMI) mengumumkan percepatan pembayaran hutang tahap I senilai US$ 600 Juta kepada China Investment Corporation. Hutang tersebut akan jatuh tempo pada 30 September 2013. Dana pembayaran hutang berasal dari hutang sindikasi perbankan yang terdiri dari Bank of America Merrill Lynch, Deutsche Bank, Barclays Bank, dan JP Morgan. Tingkat suku bunga hutang baru tersebut adalah Libor+6%, dengan demikian BUMI dapat menghemat biaya bunga senilai US$ 72 Juta per tahun.
TLKM - Mogok pekerja Telkomsel
PT Telkomsel, anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), mengancam akan menjalani aksi mogok kerja karyawan selama sebulan penuh yang dimulai pada 10 November 2011. Mogok kerja tersebut dalam bentuk demonstrasi dan menghentikan seluruh kegiatan penghentian perawatan jaringan. Rencananya aksi tersebut akan diikuti oleh 3,000 dari 4,000 karyawan tetap Telkomsel. Penyebab mogok adalah perusahaan telah mengingkari 3 poin perjanjian yaitu masalah kenaikan gaji, bantuan kesehatan saat pensiun, serta fasilitas ponsel bagi karyawan.