Daily News 13/09

September 13, 2016 No. 1323
ADHI - Kontrak baru

PT Adhi Karya (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp 9 Triliun hingga Agustus 2016, naik 9% dibandingkan realisasi kontrak baru pada periode sama tahun lalu. Sebagian besar kontrak baru didominasi proyek dari BUMN dan Pemerintah, seperti kontrak renovasi Stadion Gelora Bung Karno senilai Rp 800 Miliar dan pembangunan jalan tol di Lampung senilai Rp 2 Triliun. Perolehan kontrak tersebut masih jauh dari target tahun ini. Manajemen berharap sisa kontrak tahun ini akan terpenuhi dari proyek LRT dengan estimasi kontrak senilai Rp 20 Triliun. Perseroan memperkirakan penandatangan kontrak konstruksi LRT dapat terealisasi bulan November.
ECII - Buyback saham tahap II
PT Electronic City Indonesia (ECII) akan melakukan pembelian saham kembali atau buyback tahap kedua yang akan berlangsung mulai 9 September hingga 9 Desember 2016. Maksimum nilai buyback tahap II adalah Rp 100 Miliar atau 7.39% saham. Sebelumnya, ECII telah menyelesaikan periode buyback tahap pertama pada 21 September hingga 20 Desember 2015 dengan buyback sebanyak 36.81 juta lembar saham senilai Rp 43.7 Miliar dan memiliki sisa dana yang belum digunakan senilai Rp 106 Miliar.
GREN - Rencana rights issue
PT Evergreen Invesco (GREN) berencana rights issue dengan menerbitkan maksimal 150 miliar lembar saham baru. Jika pemegang saham publik yang tercatat memiliki 40.52% saham dan tidak mengambil haknya maka kepemilikannya akan turun menjadi 1.5% atau terdilusi 96.3%. Dengan harga pelaksanaan rights issue Rp 200 per lembar maka target perolehan dana rights issue mencapai Rp 30 Triliun. Dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk pelunasan utang serta pengembangan kegiatan operasional.
PTPP - Diversifikasi usaha
PT Pembangunan Perumahan (PTPP) membentuk anak perusahaan baru PT PP Infrastruktur (PPI) pada bulan Agustus lalu yang mengelola bisnis jalan tol serta sektor infrastruktur lainnya. Kedepan PPI berencana masuk pada bisnis sektor transportasi dengan menawarkan produk berupa metro kapsul yang diklaim lebih murah dibandingkan dengan light rail transit (LRT).
TLKM- Ekspansi jaringan optik
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) bekerjasama dengan perusahaan Jepang, NEC Corporation, untuk menggerjakan pembangunan sistem kabel optik bawah laut atau Indonesia Global Gateway Cable System (IGG) dengan nilai kontrak sekitar US$ 196 Juta. Sesuai rencana, IGG akan menghubungkan sistem kabel optik pulau Sumatera, Batam, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi dengan Singapura. Infrastruktur ini terdiri atas kabel optik berkecepatan 100 gigabit per detik (Gbps) x 80 panjang gelombang (wl) x 4 fiber pair (fp) optic, sepanjang lebih kurang 5,300 Km. Setelah pembangunan IGG selesai pada awal 2018, sistem kabel ini akan meningkatkan konektivitas antara kota-kota besar di Indonesia. Selain sistem IGG juga dirancang untuk memberikan konektivitas langsung antara dua kabel International bawal laut, yaitu dari Eropa hingga Dumai dan dari Pantai barat Amerika Serikat sampai Manado.