Daily News 14/11
November 14, 2011 No. 134
AALI - Kaji bangun pabrik minyak goreng
PT Astra Agro Lestari (AALI) sedang mengkaji untuk membangun pabrik minyak goreng dengan kapasitas 2,000-2,500 ton per hari. Saat ini perseroan memiliki pabrik dengan kapasitas 300 ton per hari. Pengkajian mendalam diperlukan karena saat ini kebutuhan minyak goreng nasional sebanyak 5 juta ton per tahun sedangkan produksi mencapai 23 juta ton, sehingga perlu membentuk jaringan distribusi ekspor.
ADMF - Rencana emisi obligasi
PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) berencana menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga tetap senilai total Rp 6 Triliun dimana untuk tahap I akan diluncurkan obligasi senilai Rp 2 Triliun yang terdiri dari 3 seri. Seri A akan jatuh tempo dalam 370 hari, Seri B dalam waktu 2 tahun, dan Seri C dalam waktu 3 tahun. Pefindo memberi peringkat AA+ terhadap rencana emisi obligasi ADMF yang rencananya mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 8 Desember 2011. Seluruh dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk mendukung pembiayaan kendaraan bermotor.
HRUM - Capex 2012
PT Harum Energy (HRUM) mengalokasikan belanja modal (capex) rutin tahun 2012 senilai US$ 10 Juta yang digunakan untuk memperbaiki jalan angkut, membangun pelabuhan muat serta meningkatkan fasilitas pendukung anak usahanya. Sumber dana berasal dari kas internal perseroan.
ITMG - Capex 2012
PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) mengalokasikan belanja modal (capex) pada tahun 2012 senilai US$ 223 Juta yang akan digunakan oleh anak perusahaannya. Anak usaha perseroan yaitu PT Trubaindo Coal dan PT Indominco Mandiri masing-masing mendapat US$ 100 Juta sedangkan PT Bharinto Ekatama dan PT Jorong Barutama Grestons mendapatkan total capex US$ 23 Juta. Perseroan menargetkan produksi sebesar 27 juta ton atau naik 8% dari target tahun ini sebesar 25 juta ton. Saat ini ITMG telah memperoleh kontrak penjualan sebesar 20% dari target produksi tahun depan dan ditargetkan menjadi 40% sampai akhir tahun ini.
PJAA - Capex 2012
PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) mengalokasikan belanja modal (capex) senilai Rp 600 Miliar yang akan digunakan untuk perawatan dan pembangunan apartemen kelas menengah. Perseroan akan menggunakan kas internal sebanyak 70% dan sisanya akan menggunakan hutang bank atau penerbitan obligasi.