Daily News 15/11

November 15, 2011 No. 135
IPO - PT Telesindo Shop

PT Telesindo Shop (TS) berencana menggelar Penawaran Umum Perdana (IPO) dengan target perolehan dana senilai Rp 1 Triliun yang akan digunakan untuk akuisisi, penambahan 500 outlet, pembukaan 100,000 jaringan, pembukaan pusat layanan, investasi jaringan TI, serta pengembangan jalur distribusi. TS berencana mengakuisisi distributor ponsel dan voucher senilai Rp 500 Miliar.
ADHI - Target perolehan kontrak
Manajemen PT Adhi Karya (ADHI) menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp 15 Triliun pada 2012, naik dari target perolehan kontrak tahun ini sebesar Rp 12.5 Triliun. Kontrak EPC diperkirakan member kontribusi 20% dari total nilai kontrak dan sisanya dari pekerjaan konstruksi umum. ADHI mengincar kontrak EPC senilai Rp 3 Triliun tahun depan yang terdiri dari beberapa kontrak pembangunan pembangkit listrik. ADHI telah berhasil mendapat kontrak pembangunan residual fluid catalytic cracker (RFCC) di Cilacap dari Pertamina.
OKAS - Pembangunan pabrik
PT Ancora Indonesia Resources (OKAS) akan membangun pabrik perakitan alat peledak (detonator assembly) di Samarinda, Kalimantan Timur dengan nilai investasi US$ 5 Juta yang akan dimulai pada 2Q 2012. Porsi pendanaan akan diambil dari kas internal dan pinjaman bank.
PTRO - Penyelesaian tagihan macet
PT Ilthabi Bara Utama (Ilthabi) meyetujui pembayaran dana senilai US$ 10 Juta kepada PT Petrosea (PTRO). Tagihan tersebut berasal dari kontrak proyek batubara serta konstruksi pendukung pertambangan senilai US$ 28 Juta, namun Ilthabi mengalami kesulitan pembayaran sehingga kontrak dibatalkan. Kedua belah pihak menyetujui besaran yang harus dibayar Ilthabi senilai US$ 10 Juta atas pekerjaan yang telah dilakukan PTRO atas proyek tersebut. Piutang Ilthabi telah dihapusbukukan (write-off) oleh perusahaan dimana PTRO membukukan kenaikan laba bersih sebesar 13.7%Yoy menjadi US$ 33.02 Juta pada 9M 2011 Vs US$ 29.03 Juta pada 9M 2010 lalu.
SAIP - Debt to equity swap
PT Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas (SAIP) membukukan penurunan signifikan atas hutang perusahaan menjadi Rp 625.45 Miliar pada 9M 2011 Vs Rp 3.08 Triliun pada 9M 2010 lalu. Penurunan dikarenakan restrukturisasi hutang senilai US$ 241.18 Juta yang dikonversikan menjadi 2.06 miliar lembar saham baru.