Daily News 14/11

November 14, 2016 No. 1367
KIJA - Kawasan Industri Kendal

PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) mulai merealisasikan kawasan industri di Kendal (Jawa Tengah) dengan pembangunan 100 Ha yang merupakan bagian dari 860 Ha lahan pengembangan tahap I. Total area yang dikembangkan KIJA di Kendal seluas 2,700 Ha. Sebanyak 20 investor telah menandatangani perjanjian bisnis untuk membeli 100 Ha lahan tersebut dengan komposisi 70% perusahaan asing dan 30% perusahaan lokal. Kawasan industri Kendal merupakan joint venture dengan porsi 51% saham milik KIJA dan 49% saham dimiliki perusahaan asal Singapura, Sembcorp Development Ltd. Proses pembangunan kawasan industri ini berlangsung sejak tahun 2012 lalu dengan nilai investasi mencapai Rp 1.3 Triliun. KIJA menargetkan pengerjaan kawasan industri Kendal tahap I seluas 860 Ha paling cepat selesai pada tahun 2020.
KRAS - Rights issue
PT Krakatau Steel (KRAS) menetapkan harga pelaksanaan rights issue senilai Rp 525 per saham. KRAS akan menerbitkan 3.57 miliar lembar saham baru (18.46% saham) Sehingga perkiraan dana yang akan diraih dari aksi korporasi ini mencapai Rp 1.87 Triliun. Rasio rights issue 250,000:56,599. Dalam aksi rights issue ini, KRAS menunjuk Bahana Securities dan Mandiri Sekuritas sebagai pembeli siaga. Melalui rights issue tersebut, KRAS akan mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 1.5 Triliun. KRAS akan menggunakan 66% dana rights issue untuk memenuhi kebutuhan modal kerja proyek pembangunan hot strip mill 2 sementara sisanya 34% dari dana rights issue akan digunakan sebagai ekuitas untuk proyek pembangunan PLTU batubara berkapasitas 1x150 MW. Cum rights di pasar reguler dan pasar negosiasi adalah 17 November. Periode perdagangan rights issue akan dilaksanakan pada 24-30 November.
TPIA- Emisi obligasi
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) berencana menerbitkan obligasi maksimal senilai Rp 500 Miliar. Sebanyak 35% hasil penerbitan obligasi digunakan perseroan untuk melakukan pembayaran sebagian utang berdasarkan facility agreement sebesar US$ 220 Juta. Obligasi ini terdiri atas dua seri, yakni seri A yang berjangka waktu 3 tahun dan seri B berjangka waktu 5 tahun. Obligasi TPIA I tahun 2016 ini mendapatkan peringkat A+ dari Pefindo.
WSBP - Rencana pembangunan dua pabrik beton
PT Waskita Beton Precast (WSBP) berencana membangun dua pabrik beton tahun depan dengan nilai investasi Rp 1.1 Triliun. Sumber dana investasi berasal dari IPO dan pinjaman perbankan. WSBP menjadwalkan kedua pabrik dapat beroperasi pada 2H 2017. Hasil produksi keduanya untuk memenuhi kebutuhan pasar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Manajemen belum mengungkapkan kapasitas produksi dan lokasi masing-masing pabrik tersebut. Rencananya pembangunan pabrik pada tahun depan berlokasi di Sumatera Utara dan Kalimantan. Melalui penambahan pabrik, WSBP berharap penambahan pabrik akan menambah peluang mendapatkan proyek baru.