Daily News 15/11

November 15, 2016 No. 1368
DILD - Jual 40% saham anak usaha

PT Intiland Development (DILD) melepas 40% saham anak usahanya, PT Putra Sinar Permaja senilai Rp 1.03 Triliun. Saham tersebut dibeli oleh Reco Kris Pte. Ltd., Perusahaan investasi asal Singapura. Putra Sinar Permaja telah menandatangani joint venture agreement dengan Reco pada 10 November 2016. Putra Sinar Permaja merupakan anak usaha PT Taman Harapan Indah, Perusahaan yang 100% saham dikuasai oleh DILD. Putra Sinar Permaja akan menerbitkan saham baru kepada Reco sebanyak 333,333 saham senilai Rp 1.03 Triliun Sehingga kepemilikan saham Taham Harapan menjadi 60% dan Reco sebesar 40%. Transaksi dilakukan secara bertahap. Pertama, Reco akan menyetorkan modal senilai 32.66% dari kepemilikan Putra Sinar Permaja selambat-lambatnya tiga bulan setelah penandatangan joint venture agreement dan sisanya 7.34% akan disetor dalam jangka waktu maksimal selama tiga tahun.
DOID & BRAU - Perbarui kontrak
PT Delta Dunia Makmur (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), menandatangani dua kontrak perubahan dengan PT Berau Coal Energy (BRAU) terkait pekerjaan jasa pertambangan untuk proyek Lati dan Binungan dengan nilai kontrak Rp 39 Triliun. Proyek Lati dan Binungan berlokasi di Berau, Tanjung Redeb (Kalimantan Timur). Total volume kupasan lapisan tanah keduanya mencapai 1.66 miliar bank cubic meter (bcm) dengan rincian 1.36 miliar bcm dari Lati dan 300 juta bcm dari Binungan. Volume batubara dari Lati berkisar 112 juta ton dengan periode kontrak seumur tambang dan volume batubara dari Binungan sebesar 33 juta ton dengan periode kontrak hingga 2020.
INDY - PLTU Cirebon
Konsorsium PT Indika Energy (INDY) dan PT Cirebon Energi Prasarana segera memfinalisasi pembiyaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 1x1000 MW di Cirebon senilai US$ 1.6 Miliar. Financial closing ditargetkan ditandatangani pada Desember 2016. Target financial closing memang mundur dari target semula akibat sejumlah amandemen pada purchase agreement (PPA) PLTU ini. Saat ini, sebeneranya perseroan telah memulai konstruksi pematangan lahan serta membuka akses jalan area sekitar PLTU. Rencananya masa konstruksi PLTU ini memakan waktu hingga 51 bulan, atau ditargetkan dapat beropearsi pada 2020.
JSMR - Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek
PT Jasa Marga (JSMR) memperkirakan biaya investasi pembangunan ruas jalan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek sepanjang 36.4 Km mencapai Rp 16.36 Triliun. Dalam proyek tersebut JSMR menjalin kerjasama dengan PT Waskita Karya (WSKT) dimana JSMR tercatat memiliki 60% saham dan sisanya dimiliki WSKT. Dengan demikian total ruas tol yang dikerjakan JSMR mencapai 748.5 Km dengan perkiraan investasi mencapai Rp 70.8 Triliun.
PPRO & KIJA - Joint venture
PT PP Properti (PPRO) bekerjasama dengan anak usaha PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA), PT Grahabuana Cikarang, membentuk perusahaan patungan bernama PT PP Properti Jababeka Residen. Manajemen PPRO mengungkapkan perusahaan tersebut akan fokus mengembangkan proyek residensial dan komersial. PPRO menguasai 52.6% saham sisanya dikuasai oleh KIJA. Perusahaan patungan tersebut akan menggarap proyek terpadu di atas lahan 4.6 Ha terdiri dari enam menara hunian dan Aeon Mall. Total investasi proyek tersebut antara Rp 3 Triliun hingga Rp 4 Triliun. Proyek ini ditargetkan akan dibangun pada 2H 2017.