Daily News 20/01

January 20, 2017 No. 1413
CTRA - Belanja modal

PT Ciputra Development (CTRA) menganggarkan belanja modal Rp 1.5 Triliun tahun ini. CTRA akan menggunakan Rp 750 Miliar atau 50% dari belanja modal untuk menambah cadangan lahan (landbank) sedangkan sisa 50% belanja modal akan dialokasikan untuk mendukung proyek properti baru. Sebesar 50% belanja modal bersumber dari kas internal dan sisanya berasal dari pinjaman bank. CTRA menargetkan marketing sales mencapai Rp 8.5 Triliun tahun ini, naik 18% dari perolehan 2016 senilai Rp 7.2 Triliun. CTRA menargetkan Rp 1-2 Triliun dari hasil penjualan aset melalui Dana Investasi Real Estate (DIRE) pada 2H 2017.
INCO - Belanja modal
PT Vale Indonesia (INCO) menganggarkan belanja modal berkisar US$ 80 juta hingga US$ 90 juta tahun ini untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik pengolahan di Sorowako (Sulawesi Tengah) serta untuk penggantian alat berat dan pembaruan mesin. Dana belanja modal tersebut belum memperhitungkan rencana pembangunan pabrik tambang di Bahodopi dan Pomalaa dikarenakan INCO masih mencari mitra yang dapat bekerjasama merealisasikan proyek dengan teknologi yang lebih murah dan memiliki komitmen pendanaan. Manajemen INCO mengungkapkan langkah Pemerintah untuk kembali membuka izin ekspor bijih nikel kadar rendah berdampak negatif pada industri nikel. Bersamaan dengan itu, kewajiban menyerap bijih dengan kadar rendah akan meningkatkan unit biaya produksi smelter yang mengakibatkan operasional smelter menjadi kurang kompetitif.
MMLP - Belanja modal
PT Mega Manunggal Property (MMLP) menganggarkan belanja modal senilai Rp 2 Triliun tahun ini, lebih besar dari alokasi belanja modal tahun lalu senilai Rp 1.3 Triliun. Sumber dana belanja modal tahun ini berasal dari pinjaman perbankan dan arus kas masuk dari klien bisnis. MMLP berencana menggunakan belanja modal untuk membeli lahan dan membangun 4 gudang baru tahun ini. Salah satunya adalah pembangunan gudang berkonsep multi tenant seluas 10 Ha di Cengkareng (Jakarta Barat). Sementara tiga gudang lain akan menggunakan konsep built to suit atau gudang yang dibangun khusus permintaan klien dengan satu lokasi gudang seluas 4.6 Ha di Cibitung (Jawa Barat). Lokasi lain di Jakarta dan Surabaya (Jawa Timur).
MYOR - Emisi obligasi
PT Mayora Indah (MYOR) menawarkan kupon obligasi sebesar 8.5%-9.5% dalam penawaran umum berkelanjutan (PUB) I tahap I senilai Rp 500 Miliar. Adapun total nilai obligasi dalam PUB I tersebut mencapai Rp 2 Triliun. Pada tahap I, MYOR menerbitkan obligasi dalam dua seri. Seria A bertenor 5 tahun dengan tawaran kupon sebesar 8.5%-9.25%. Sedangkan seri B bertenor 7 tahun dengan kupon sebesar 8.75%-9.5%. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk melunasi sukuk mudharabh II tahun 2012 sebesar Rp 2012 sebesar Rp 250 Miliar yang akan jatuh tempo pada 2017 dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja. Perseroan telah menunjuk empat perusahaan untuk menjadi penjamin pelaksana emisi (lead underwriter), yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT BCA Sekuritas, dan PT Sucorinvest Central Gani.
WSBP - Target 2017
PT Waskita Beton Precast (WSBP) menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 7.71 Triliun dengan target laba bersih sebesar Rp 1.17 Triliun tahun ini. Target tersebut merupakan revisi dari target sebelumnya karena perolehan kontrak baru 2016 mencapai Rp 12.2 Triliun, 154% diatas target Rp 7.9 Triliun tahun lalu. Tahun ini WSBP menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp 12.3 Triliun. Pada akhir tahun 2016 WSBP tercatat memiliki 10 pabrik produksi dengan kapasitas total mencapai 2.6 juta ton serta 41 unit batching plant. Tahun ini WSBP akan menambah 2 pabrik precast baru dan 42 unit batching plant.