Daily News 24/01
January 24, 2017 No. 1415
APLN - Marketing sales
PT Agung Podomoro Land (APLN) menargetkan perolehan marketing sales Rp 3.5 Triliun tahun ini. Target tersebut didukung oleh peluncuran proyek baru Orchard View di Batam bulan Maret 2017 setelah membukukan pesanan dari 300 calon pelanggan. Proyek apartemen tersebut terdiri dari 2 menara dengan total 1,000 unit, ditawarkan pada kisaran harga Rp 400 Juta hingga Rp 1 Miliar per unit. APLN juga berencana membangun proyek Taruma City diatas lahan seluas 5.5 Ha di Karawang yang terdiri dari perumahan, pertokoan, pusat perbelanjaan, dan apartemen. APLN berencana membangun proyek apartemen Podomoro Park Klender diatas lahan seluas 12 Ha yang terdiri dari 25 menara apartemen. Tahun ini APLN akan fokus menggarap segmen properti dengan harga dibawah Rp 1 Miliar per unit.
BIPI - Lanjutkan akuisisi 30% saham Mitratama
PT Benakat Integra (BIPI) memastikan melanjutkan akuisisi saham Mitratama Perkasa milik PT Sumber Energi Andalan (ITMA) senilai US$ 120 Juta. Akuisisi dijadwalkan selesai sebelum akhir tahun 2017. Saat ini BIPI memiliki 70% saham Mitratama melalui anak usahanya, PT Nusantara Pratama Indah. BIPI tetap akan mengakuisisi sisa saham Mitratama agar memiliki kepemilikan penuh. BIPI juga sudah menyetor uang muka US$ 107.7 juta dan sisa dana akan dibayarkan dengan kas internal.
PBRX - Refinancing utang
PT Pan Brothers (PBRX) menerbitkan surat utang senilai US$ 200 Juta dengan kupon 7.75%, lebih rendah dari penawaran awal 8% karena banyaknya permintaan yang masuk. Surat utang tersebut bertenor 5 tahun dan akan jatuh tempo pada 26 Januari 2022.
SSIA - Investasi di Tol Cipali- Patimban
PT Surya Semesta (SSIA) akan menginisiasi pembangunan jalan tol menuju pelabuhan Patimban di Subang (Jawa Barat). Tol tersebut nantinya akan menghubungkan jalan tol Cikopo-Palimanan dengan Patimban sepanjang 38 Km. Perseroan akan mengajukan proposal ke BPJT sehingga nantinya perseroan dapat memiliki right to match. Saat ini, perseroan telah menjalin komunikasi dengan salah satu perusahaan BUMN untuk menggembangkan proyek tersebut. Jika SSIA dan konsorsium telah mendapatkan izin, rencananya proyek tol menuju Patimban akan dimulai pada 2018. Pemerintah melalui Kementrian Perhubungan berencana mengintegrasikan Pelabuhan Patimban dengan jalan tol utama Pantai Utara sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas distribusi barang serta meningkatkan pendapatan nagara.
TPIA - Ekspansi pabrik
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) mengalokasikan dana US$ 42 Juta untuk meningkatkan kapasitas produksi butadiene dari 100 KTA (kilo ton / tahun) menjadi 137 KTA. Investasi tersebut akan dilakukan anak perusahaan, PT Petrokimia Butadiene Indonesia (PBI) yang telah menandatangani kontrak jasa EPC dengan Toyo Engineering Korea Limited (Toyo-Korea) dan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT). Penyelesaian proyek serta kegiatan operasional pabrik diharapkan dimulai pada 3Q 2018.
WSBP - Belanja modal
PT Waskita Beton Precast (WSBP) menganggarkan belanja modal mencapai Rp 1.9 Triliun tahun ini, naik dibandingkan alokasi Rp 1.1 Triliun tahun lalu. Dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk membangun dua pabrik beton precast baru di daerah Kalimantan dan Sumatera Utara dan sisanya untuk menambah 42 batching plant. Sumber dana belanja modal berasal dari dana hasil IPO dan pinjaman bank. Saat ini WSBP tercatat memiliki 10 pabrik beton precast dengan kapasitas 2.65 juta ton dan 41 batching plant (BP) yang tersebar di seluruh lokasi proyek. Dengan demikian tahun ini WSBP ditargetkan memiliki total 12 pabrik dan 83 unit Batching plant.